KISAH TAHAYUL DIBALIK MUNCULNYA SHALAWAT NARIYAH


Pembahasan Pertama

Asal usul Shalawat Nariyah

Siapa yang tak kenal dengan shalawat Nariyah? Mayoritas kita mungkin mengenalnya, atau bahkan telah menghafalnya, atau setidaknya pernah mendengar nama tersebut. Tepat sekali, nama ini begitu masyhur di kalangan masyarakat kita sehingga banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan saya sendiri dulu pernah menghafal dan sering membacanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sekarang saya meninggalkannya. Alhamdulillah.

Konon kabarnya shalawat Nariyah ini adalah gubahan shalawat dari seorang sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Begitulah cerita yang saya dengar dari kaum Nahdhiyin. Untuk mengetahui kisah itu selengkapnya, bacalah nukilan artikel yang saya dapatkan dari sebuah website berikut ini:

Shalawat Nariyah adalah sebuah shalawat yang disusun oleh Syaikh Nariyah. Syaikh yang satu ini hidup pada zaman Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syaikh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga Syaikh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut shalawat dan Syaikh Nariyah adalah salah satu penyusun shalawat Nabi yang disebut shalawat Nariyah.

Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti Syaikh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa karena Syaikh Nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam? dan justru Syaikh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syaikh Nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi Nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bershalawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/shalawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bershalawat.

Inilah riwayat singkat shalawat Nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan shalawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan Syaikh Nariyah. Dan ada baiknya shalawat ini dibaca 4444 kali karena Syaikh Nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran Syaikh.

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak. (http://www.indospiritual.com)

Dari tulisan dalam website itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengarang shalawat Nariyah adalah Syaikh Nariyah yang merupakan sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang telah dijamin oleh Allah dengan surga-Nya. Bagaimana tindakan kita dalam menyikapi cerita ini dan yang semisalnya? Apakah kita langsung mempercayainya tanpa melakukan tabayyun?

Seorang muslim hendaknya tidak langsung percaya begitu saja dengan cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tersebut. Inilah tabayyun, yakni meneliti kebenaran sebuah cerita yang didisampaikan kepada kita sebelum kita menentukan benar tidaknya cerita tersebut. Terlebih lagi hal ini merupakan permasalahan agama, maka hendaknya kita lebih waspada lagi dalam menerima cerita yang disampaikan kepada kita.

Janggal dan Tidak Lazim

Dari cerita tersebut di atas, ada beberapa hal yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama, yang pertama yakni: Benarkah ada sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bernama Syaikh Nariyah?

Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang telah dimuliakan oleh Allah dan dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya dengan pujian Khairun Naas (Manusia Terbaik). Oleh karena itu, banyak diantara kalangan para ulama yang menaruh perhatian yang sangat besar tentang biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi. Oleh karena itu begitu banyak kitab yang ditulis yang mengumpulkan biografi dan perjalanan hidup generasi terbaik ini dan beberapa generasi yang hidup di zaman kemuliaan Islam tersebut. Sebut saja Hilyatul Awliyaa` yang ditulis oleh Al-Hafizh Abu Nu’aim Al-Asfahani. Ada lagi kitab Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Al-Mizzi, Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi, Al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dan berbagai kitab sejarah lainnya yang intinya adalah para ulama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi.

Para dewan redaktur majalah As-Sunnah mengatakan, “Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??”

Sebenarnya ada sebuah kejanggalan pada nama orang yang disangka sebagai sahabat Nabi tersebut, yakni: jika kita terbiasa berinteraksi dengan hadits-hadits Nabi dan biografi para sahabat, belum pernah kita jumpai adanya nama sahabat Nabi yang mendapat ‘gelar’ “SYAIKH”. Perhatikanlah nama di atas, “Syaikh Nariyah”. Ini adalah sesuatu hal yang sangat tidak lazim terjadi di kalangan para ulama salaf, terlebih lagi para sahabat Nabi. Cobalah seandainya seseorang sedikit saja membaca kitab para ulama yang menuliskan biografi para sahabat, ketika mendengar atau membaca nama Syaikh Nariyah yang disangka sebagai sahabat Nabi, maka ia akan merasakan sesuatu yang aneh, ganjil dan tidak lazim. Mungkin –Allahua’lam- orang yang membuat kisah ini adalah orang yang tidak terbiasa berinteraksi dengan nama para sahabat Nabi, sehingga ia melakukan tindakan yang cukup fatal dan dianggap ganjil oleh orang-orang yang terbiasa dengan biografi para sahabat Nabi. Dari sini saja kita sudah sangsi tentang keshahihan kisah tersebut sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah. Jadi, penyandaran shalawat ini kepada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah sangat diragukan kebenarannya.

Kemudian yang kedua, kisah tersebut di atas dinukil dengan tanpa sanad sehingga bagi orang-orang yang memahami betul pentingnya sanad dalam sebuah riwayat, mereka akan sangat sulit melacak keotentikan cerita di atas. Jangankan sanad, artikel tersebut juga tidak mencantumkan referensi dari mana kisah itu dinukil. Sepertinya, -Allahua’alam- orang yang membuat kisah di atas bukanlah orang yang memiliki amanah ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan karena gelapnya asal-usul dan periwayatan kisah tersebut di atas.

Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam muqaddimah Shahihnya)

Fenomena Yang Sangat Memprihatinkan

Tersebarnya berbagai kisah yang gelap asal-usulnya di masyarakat luas merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan. Apalagi jika kisah tersebut membawa-bawa nama Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Sungguh kita mengkhawatirkan mereka karena bisa terjatuh ke dalam kedustaan yang diatasnamakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)

Berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidaklah sama dengan berdusta atas nama selain nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Jika berdusta kepada selain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam saja merupakan sebuah dosa, tentu berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dosanya jauh lebih besar ketimbang berdusta atas nama selain beliau dikarenakan kedudukan Rasulullah yang mulia, dan dikarenakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam akan memunculkan suatu hukum tertentu dalam agama yang mana hukum tersebut tidak pernah ada yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan yang sangat besar.

Kita ambil saja contohnya dari kisah shalawat Nariyah di atas. Berapa banyak orang yang meyakini bahwa shalawat tersebut berasal dari Syaikh Nariyah yang ‘disangka’ sebagai sahabat Nabi? Berapa banyak orang yang salah kaprah dalam amaliah mereka? Semua itu adalah akibat dari adanya kisah dusta di atas yang diatasnamakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Inilah salah satu sebab beredarnya hadits-hadits palsu di tengah umat, yakni adanya tukang-tukang cerita yang mengarang-ngarang cerita, kemudian disandarkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Jika kisah asal usul dari shalawat Nariyah ini tidaklah shahih, merupakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan merupakan kisah yang gelap asal-usulnya, maka masihkah kita meyakininya dan mengamalkan shalawat ini? Kita katakan tidak. Hendaklah kita meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas asal-usulnya, terlebih lagi menyangkut persoalan agama dan ibadah. Tentu hal ini akan menjadi suatu keharusan untuk meninggalkannya dan beralih kepada amaliah yang shahih yang datangnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Bukan berarti orang yang meninggalkan shalawat Nariyah dan tidak mau mengamalkannya adalah orang-orang yang tidak cinta kepada shalawat dan tidak mau bershalawat. Tidak demikian adanya. Hanya saja yang kita kehendaki adalah hendaknya kita bershalawat sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melalui hadits-hadits yang shahih.

Shalawat merupakan sebuah ibadah yang agung. Oleh karena itu, mustahil kalau Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak mengajarkan kepada kita tatacara bershalawat yang benar. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita dengan jelas tentang bagaimana kita bershalawat. Beliau juga mengajarkan kepada kita lafazh-lafazh atau bacaan-bacaan shalawat yang benar. Semua itu telah beliau ajarkan sehingga tidak perlu lagi menggubah atau mengarang-ngarang tatacara dan bacaan shalawat sendiri. Bahkan parahnya lagi adalah jika kita mengiringinya dengan kisah dan cerita yang kita pun mengarangnya sendiri kemudian kita sandarkan kisah dan cerita kita atasnama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai upaya pembenaran terhadap sesuatu yang batil.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru yang tidak kami perintahkan, maka hal tersebut tertolak (di sisi Allah)” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan atas amalan tersebut, maka amalan tersebut tertolak (di sisi Allah)”. Allahua’lam bish-showab.

Referensi tulisan:

http://www.indospiritual.com

As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010

Ditulis oleh Abu Shofiyah Aqil Azizi di: http://almadinahpekanbaru.wordpress.com/2011/05/26/menyoal-asal-usul-shalawat-nariyah/

Pembahasan Kedua:

Letak Kesyirikan Shalawat Nariyah

Shalawat nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi.

Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Secara lengkap, lafazh shalawat nariyah itu adalah sebagai berikut,

“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.”

Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo’a.Setiap muslim tidak boleh berdo’a dan memohon kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada Allah).

Al-Qur’an mengingkari berdo’a kepada selain Allah, baik kepada para rasul atau wali. Allah berfirman,

“Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-lsra’: 56-57)

Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berdo’a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.
Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan,”Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al-A’raaf: 188)

“Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam lalu ia berkata kepada beliau, ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu.” Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda, ‘Apakah engkau menjadikan aku sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah, “Hanya atas kehendak Allah semata.” (HR. Nasaa’i, dengan sanad shahih)

Di samping itu, di akhir lafazh shalawat nariyah tersebut, terdapat pembatasan dalam masalah ilmu-ilmu Allah. Ini adalah suatu kesalahan besar.
Seandainya kita membuang kata “Bihi” (dengan Muhammad), lalu kita ganti dengan kata “BiHaa” (dengan shalawat untuk Nabi), niscaya makna lafazh shalawat itu akan menjadi benar. Sehingga bacaannya akan menjadi seperti berikut ini:
“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk Muhammad, yang dengan shalawat itu diuraikan segala ikatan …”Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam adalah ibadah, sehingga kita boleh ber-tawassul dengannya, agar dihilangkan segala kesedihan dan kesusahan.
Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid’ah yang meru-pakan perkataan manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah yang merupakan ajaran AI-Ma’sum ?

sumber: http://ibnujafar86.wordpress.com/2009/02/25/seputar-shalawat-nariyah/

Pembahasan Ketiga:

seputar permasalahan shalawat nariyah

Salah Seorang kiyai Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta menulis sebuah artikel tentang sholawat Nariyah, yang mana jika seorang muslim tidak memiliki pemahaman Ilmu yang benar, maka bisa jadi ia akan terpengaruh oleh syubhat yang dilontarkannya, dimana ia mengatakan bahwa “shalawat Nariyah”, adalah salah satu bacaan yang sangat popular di kalangan kaum muslimin, baik di desa maupun di kota, Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan, maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan Shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.
Berikut ini adalah bacaan shalawat Nariyah:
اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
yang artinya adalah, Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror halaman 179 dijelaskan, bahwa “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah, karena jika umat Islam mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, maka mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, kemudian tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah.”
Selain itu, imam Dainuri mengatakan bahwa : Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat Fardhu sebanyak 11 kali, serta digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping itu, ia akan mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Demikianlah apa yang difahami oleh sebagian besar kaum muslimin di negri ini, dan mungkin diantara kita pun ada yang pernah membaca shoalwat ini. Dan sebenarnya membaca sholawat adalah hal yang sangat disunnahkan oleh Rasulullah, akan tetapi kita sebagai kaum muslimin hendaknya tidak begitu saja seta merta meyakini apa yang diucapkan oleh seseorang, sekalipun yang berkata adalah seorang Kiyai. Kita harus mencari tahu mengenai kebenaran perkataan tersebut.
Nah untuk mengetahui apakah benar Shalawat Nariyah yang dibaca sebanyak 4444 kali itu dapat mendatangkan rizki dan solusi atas problem hidup yang sulit dipecahkan?
Berikut ini akan kami ulas secara tuntas.

Menurut Kiyai Mahrus Ali, ternyata sumber dan asal-usul shalawat Nariyah ini tidak diketahui, padahal beliau telah menelaah buku dan kitab hadits, fiqih, dan tasawuf. Dengan demikian maka jelaslah bahwa sholawat Nariyah adalah sholawat bid’ah yang jika dilakukan maka pelakunya akan diancam dengan Nar alias neraka.
Selain itu, jika kita perhatikan Dari segi isi shalawat, maka akan kita temukan banyak sekali kekeliruannya, terutama pada lafadz-lafadz yang artinya: “.. Yang dengannya, maksudnya dengan (Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) maka segala ikatan menjadi lepas, dengannya segala kesulitan akan lenyap, dan dengannya segala keinginan akan tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terpenuhi.”.
Dengan demikian jelaslah bahwa Menurut shalawat tersebut, yang melepaskan ikatan, kesulitan dan mengabulkan segala keinginan adalah Rasulullah, bukan Allah.

Hal ini jelas mengandung kesyirikan dan bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dimana Allah subhanahu Wata’ala berfirman dalam surat Yunus ayat 31, yang artinya: “Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Allah.’ Maka katakanlah ‘Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”
Kemudian dalam ayat yang lainnya, Allah subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat14, yang artinya:
“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.”

Demikianlah ayat-ayat yang sangat jelas, bahwasanya hanya Allah subhanahu Wata’ala lah yang berhak dan mampu melepaskan berbagai kesulitan dan mengabulkan permohonan, bukan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, sebab beliau shalallahu’alaihi wa sallam hanyalah manusia biasa yang diberi kelebihan oleh Allah subhanahu Wata’ala dibanding manusia lainnya.
Namun bukan berarti kita anti-shalawat. Kita tetap harus bershalawat pada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 56, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”
Selain itu, di dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.”

Inilah dalil-dalil yang sangat kuat, yang menunjukan bahwa kita diperintahkan untuk bersholawat kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, Akan tetapi hendaknya kitapun mengilmui bagaimana Cara ber-shalawat yang benar kepada Rasulullah, yakni harus sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Dan salah satu bentuk bacaan sholawat yang paling singkat adalah dengan mengucapkan “Shalallahu ‘Alaihi Wassalam”.
Oleh: Yusuf Supriadi
Sumber Referensi: 1. http://muza36.wordpress.com/2008/09/10/shalawat-nariyah/
2. http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/

Sumber: http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/01/bolehkan-mengamalkan-sholawat-nariyah.html

93 Tanggapan

  1. Wong edan, shalawat nariyah dibilang bid’ah? ckckckckk.,,,

    • shalawat nariyah tdk jelas asal usulnya mas, juga nyerempet ke perbuatan syirik..

      coba mas baca lagi artikelnya… :) cukup jelas untuk dikatakan bid’ah bukan??

      • Apakah yang di forum ini sudah pernah ketemu atao minimal bermimpi bertemu Rasulullah Saw. ? Semoga Allah berkenan mempertemukan kita dengan Rasulullah Saw. baik di dunia maupun akhirat dalam naungan Rahmat-Nya, agar kita bisa mendapat petunjuk yg meyakinkan tidak terjerumus dalam perselisihan dan pertengkaran.
        Kalo belum pernah ketemu Beliau ( walau sekedar mimpi ) mohon tidak berkomentar dulu.

  2. moga Allah membuka kebenaran di hati setiap muslim

  3. klau blum mngerti tawassul jngn berkta bid’ah donk_air beriak tanda tk dalm

  4. sholawat nariyyah kok bit’ah.tololng pak kyai dijelaskan biar gak ngomong ngawurrr

    • Semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada kita semua,..Amiin

      Kita telah dianugrahi hati, Akal, pikiran dan nafsu. Allah SWT

      memerintahkan kepada kita semua untuk mempergunakan akal dan berfikir serta tidak menuruti nafsu. Karena itulah Rasul diutus dan Alquran diturunkan untuk menerangi hati kita semua, Baca dan bacalah alquran,..lalu pahami dan pelajari juga Al Hadits (yg shahih), itulah inti dari petunjuk Allah. Jangan katanya, katanya….. Kata siapa?……..

      Kalau sudah menyangkut soal ibadah (apapun itu), yg dengan
      mengerjakannya kita mengharapkan pahala,… maka WAJIB bagi kita untuk untuk merujuk kepada dua hal yaitu Al quran dan sunnah Rasul !! Carilah sendiri atau beramai-ramai untuk memastikan ada landasan hukumnya tentang ibadah tsb, baik di dalam alquran maupun alhadits (yg shahih), dan jangan lupa dicontohkan jg oleh rasulullah…. (itulah gunanya kita dikasih akal dan pikiran)…

      Ritual ibadah (yg tdk jelas) yang diajarkan oleh para imam, sunan,
      ulama, guru dan kiyai bahkan oleh bapak kita sendiripun janganlah kita telan mentah-mentah dan tanpa kendali. Kenapa???… karena
      mereka tidaklah ma’shum (terlepas dari kesalahan). bahkan kita
      sendiripun jika tekun belajar bisa mendapatkan gelar spt mereka…. kecuali bapak, ….kamu hrs kawin dulu dan punya anak..hehehe lebih gampang rupanya….

      Tetaplah lurus dalam barisan Nabi besar kita, Muhammad SAW…. jangan lakukan ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, jika engkau tetap tidak memperdulikan itu,…Maka betapa kejinya engkau menuduh rasulullah bodoh dan dungu karena tdk becus dalam menyampaikan risalah dari Allah SWT sehingga engkau perlu menambah dan menyempurnakannya ……..

  5. bidah mbahmu…dikit2 bidah..?????

  6. assalamualaikum…wr….wb….
    sedulurku smoga Allah meridhoi ….apa yg niat hati masing2
    kata TeBe makin tinggi ilmu agamanya makin menunduk…
    selamatkanlah dirimu,,,keluargamu,,,baru orang lain
    semua ilmu hanya milik allah
    belajarlah wudlu dulu….dan belajarlah seperti bayi suci .
    apakah diri kita benar ….
    ingat iblis dikeluarkan dr surga hanya gara2 kesombongannya…karena merasa dirinya yg benar
    mhn mf jikalau ilmu saya dangkal karena hamba seorg hina,bodoh
    byk melakukan dosa…..
    mhn mf sedlm2nya jika tdk berkenan dihati

    ——–wassalam——

  7. belajar lagi tentang agama yang mendalam, memang hakikatnya yang memberi pertolongan itu Allah, orang muslim yg paling bodoh pun juga tahu hal itu, kalau kita melakukan tawassul dengan bershalawat kepada Nabi kan hakekatnya hanya Allah yang memberikan manfaat dari tawassul itu sendiri. itu itikad kami yg bertawassul. tawassul sebuah perantara ttp yg memberikan manfaat dari perantara itu hanya Allah. belajar lagi deh agama…

  8. jgn suka menganggap suatu solawat itu sesat. bid’ah yg di bolehkan oleh agama itu.yaitu bid’ah hasanah.menurut saya solawat nariyah itu merupakan tawasul kita kepada baginda Muhammad SAW.
    contoh yg real aja deh…ente bilang setiap yg bid’ah itu sesat…kl begitu ente menggunakan teknologi internet itu haram donk…karena tidak ada hadis nya…apakah ente setuju,kl di bilang sesat…???pikir pake otak…..

  9. @Fajar khan sudah ada pembahasan detilnya, makanya jangan baca judulnya doank.

  10. Syukurlah klo kita selalu berfikir dan berusaha hanya berserah diri kepada Allah dan selalu berbuat baik ke sesama.

  11. masuk akal lah… tapi belum ke tahap masuk hati……
    kalau merasa ingin menghilangkan kemungkaran, mestinya jangan menciptakan kemungkaran yang lebih besar….
    Berapa banyak orang islam tersakiti dari ulasan ini….orang islam menyakiti islam lain juga tdk bagus sob…..hanya karena berdasar penulisan selawat, tega mensyirik2kan sodara sendiri…???!!!
    Adakalanya makna sebuah kalimat tidak harus yang tersurat……

  12. he…e.eee ya mungkin dalil yg dibacanya hanya tersirat di pikirannya aja !!! bukan di Qolbun Salim …?? jadinya dia bisa memfatwakan lewat pikirannya dari bacaan dalil2x yg di terima lewat Halusinasinya !!! jadi Kata Iqra’ = tdk sejalan..

    • @mbah bejo,

      kalo gitu, tlg sebutkan dalil2 sholawat nariyyah atau dalil boleh kita beribadah yg tdk ada contohnya dari nabi…

  13. allahu a’lam bisshowab….

    smoga allah mnunjukkan n membimbing kita yg haq itu haq n yg bathil itu bathil…amin

  14. Tahunya memaknai dari segi lafadznya sich. Mengenai sholawat it jgn cma pke logika akal aja,pake logika hati.
    Sekolah tinggi2 malah dadine keminter. Pintere dari membaca sich.
    Belajar donk kyai-kyai sepuh.biar atine dpat petunjuk.

  15. sok tau,memponis bid’ah,
    para wali songo juga baca solawat nariyah,
    doa nurbuat di anggap sesat,
    semua doa itu baik,doa yg mencelakai lah yg tidak baik,
    solawat nariyah mempunyai sir,
    juga doa nurbuat mengandung rahasia2,
    tidak bisa di jelaskan dgn pemikiran2 orang2 berdasi.

    • @zizie dan arif,

      coba anda pikirkan logika 4444 kali? jelas tdk masuk akal dan tdk dalilnya..

      coba anda tanya pada kyai2 pengamal sholawat tsb… anda akan lebih sering mendapatkan jawab “kata ulama terdahulu.. kata si anu.. katanya.. katanya..” :)

  16. …msh bingung

  17. siapa Abu Shofiyah Aqil Azizi?lahir dimana, sekitar tahun berapa? tolong di jelaskan, saya benar2 butuh pencerahan dari masalah ini (serius lumayan galau), terus shalawat, doa, atau kalimat2 apa yang benar baik atau resmi dan tidak sesat di dlm islam?, anda juga tidak menjelasakan.. klo menurut saya baca isi dr kalimat shalawat ini isinya baik2 saja puji2an Kpd Rasul dan Allah S.W.T, tanpa ada kata yg tidak bermanfaat,, contoh : kata pertama YA Allah…….(kita memohon kpd Allah)
    dan kata terakhir, Whai Dzat yg menguasai seluruh alam…. (kita memuji kebesaran Allah), menurut saya doa yg kita buat selama isinya puji2an yg mengandung nama2 Allah adalah baik,, untuk nabi kita ataupun sesama manusia,

  18. sing diputer njobone awake dewe…..yo pinter….coba deloen awake dewe..loh gak ngerti sopo sejatine….

    • @dede,

      kalo sudah “ngerti” suatu amalan ibadah tdk ada dalillnya.. “sejatine” ga perlu diamalkan kan mas? :)

  19. Ingatlah:

    “Katakanlah (Muhammad) : “Apakah mau Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya (amalnya) dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (Q.S Al-Kahfi :103 – 104)

    Allah berfirman:”Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”(QS.Al Hasr:7)

    Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda
    ”Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan nya tertolak.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim)

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa batas, maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu, maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi).

    Semoga kita semua mendapatkan hidayah dan petunjuk agar kita tetap berada dlm al haq

  20. penulis yang sesat, tdk mendasar…

  21. aku sering membaca nya,trus jadi apa dong,kan aku g tau,yg nama nya baca sholawat kan boleh,trus sholawat yg benar sepreti apa,aku memang org bodoh yg sekolah nya cuma smpe sd,tp msh mendingan tau sholat dsb dr pada org yg sekolah tinggi2 dan tau agama tp msh sering melakukan kemaksiatan dsb.

  22. Mari kita bersama-sama mencari bukti-bukti lainnya, jangan saling berprasangka buruk dulu’

  23. Jalani masing2. :)

  24. ipunk@
    ya begitulah kalu pemahamannya pendek hanya melihat satu sisi, tak mau melihat sisi lainnya

  25. Dasar paimen dpt cerita syeh nariah drmana? yg mengarang solawat nariah adalah syeh al taji.masalah tawasul kita punya pedoman sendiri, emang cuma lo yg paling pinter? ingat tulisan ini di saksikan semua malaikat, dg mengatakan pengamal solawat nariyah adlh sirik maka anda mengatakan semua orang suni seluruh dunia adalah sirik, krn mayoritasny adlah pengamal2 nariah/ solawat yg lain. menurut para ulama` Barang siapa mengatakan saudaranya sirik padahal bukan maka hukum itu kembali padanya`. tlg jaga semangatmu anak muda , jangan sampai di masuki setan krn kedangkalan ilmmu. lihatlah ilmu allah begitu luas.[bukan hanya pemahamanmu saja yg benar]

  26. Memang sulit untuk mengembalikan kaum muslimin yang terjebak ke dalam syirik dan bid’ah, karena menurut perasaannya/anggapannya selalu benar. Mereka umumnya enggan untuk mengoreksi dan memperbaiki diri, mereka lupa bahwa perintah ALLAH yang pertama bagi manusia adalah “IQRA”.
    Teruslah berkarya untuk memberikan pencerahan bagi umat, khususnya kaum muslimin.

    Salam, jagona

  27. apa yg sudah mendarah daging memang susah utk di hilangkan.. apa yang haq di anggap sesuatu yg baru.. yang penting apa yg menjdi kewajiban kita untuk menyampaikan yg haq sudah di jalankan dan sekarang semua kembali kepada Kehendak Allah azza wajalla…
    Islam itu datang dalam keadaan terasing dan akan kembali dalam keadaan yang terasing pula, maka berbahagialah orang orang yang terasing tersebut…!
    Buat mas Perdana Akhmad lanjutkan terus…!
    nb : kalo bisa di webnya jgn ada foto2 lah !

    • @mas sayno,

      terima kasih pencerahannya dan sudah mampir diblog ini mas…

      o iya.. kami telah menjelaskan masalah foto sebagai alat bantu di kolom “ARENA BERDISKUSI” (klik linknya di atas).

  28. wow…smoga kita tidak terpecah dengan masalah ini..masih banyak masalah yang harus dipecahkan oleh bangsa ini…btw…adakah referensi mengenai shalawat nariyah dibuat oleh siapa….karena mungkin banyak orang hanya berfikir ucapan ini hanyalah pujian dan alat bantu agar keinginan tercapai…dan kita semua hendaknya lihat jangan hanya dari 1 sudut pandang saja tapi lihat dari segala arah inilah yang membuat kita dan islam semakin dewasa….thx bro…

    • melihat perkara ibadah hanya bisa pada “satu sudut pandang” saja, yaitu “kitabullah dan sunah rosul”.

      jika melihat dari sudut pandang lain, hanya akan melahirkan perkara mengada2/diada-adakan saja, seperti halnya shalawat nariyyah di atas.

  29. aahhhhh…yg bid’a-bid’ah itu asyik…yg menilai amal itu hanya Allah, bukan orang yg pinter keblinger…jd jgn sok menilai yg berlebihn….hahah…hidup Sunny !!!

  30. lakukan saja seperti yg sudah di contohkan,gak usah menambah2hi atau mengurangi sebuah amalan,….kalo jenegan2 mau ngeles make sepeda motor,internet..atau apa saja bid’ah karena tidak d ajarkan islam….brarti jenengan mencoba mempersempit ajaran islam

  31. Mushab AlQuran jg brg yg bid’ah, knv tdk dipersoalkan ?????

  32. waduuuhh…maaf mas, sy cm mau belajar sm guru yg berwujud, yg benar” jelas ilmu’y dan bisa dipertanggung jwbkn….hehehe

  33. assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh,,,saudaraku sekalian mohon maaf jikalau saya lancang mencampuri kalian namun pendapat saya pribadi adalah kita jangan saling memperdebatkan yang hak dan bathil diantara sesama saudara dikarenakan ujung ujungnya pasti ada perpecahan,kita jalani keyakinan kita masing masing,biarkanlah mereka mempertahankan pendapatnya sesuai dalil nakli dan aklinya,,toh semua itu pasti ada pertanggungjawaban dan balasannya di hadapan gusti alloh ta’ala,,,,,,,

  34. Terima kasih artikelnya. Insya Allah akan saya tinggalkan, karena Rasulullah saw sangat menolak pengkultusan dirinya, selain itu saya khawatir masuk dalam syirik yg mana Allah mengampuni dosa hamba selain syirik (jangan diartikan sbg legitimasi dalam perbuatan dosa).
    Dilanjut syiarnya, masih banyak dalam prikehidupan muslim di tanah air yg sudah melembaga, menjadi tradisi padahal sebenarnya bukan dari ajaran islam.

  35. Mas perdana tolong jelaskan apakah segala kesaktian wali songo bid’ah sbb setau saya semua keilmuan di ranah indonesia berasal dari mereka Saya pernah berdebat dengan anda masalah tenaga dalam dan anda diam jangan2 anda orang non muslim yang ingin merusak segala tatanan yg sudah berlaku umun coba anda jelaskan ilmu sunan bonang yg bisa merubah pohon biasa jadi emas coba jelaskan 4 mahzab di dunia ini Saya berpendapat anda bukan orang muslim malah orang dari agama lain yg telah mempelajari Al Quran dan menjelek2kan sesuatu.

  36. benar ato tidak,sirik ato tidaknya shalawat trsebut,kembali lagi kpada niat yg mengamalkannya,sik penting kie ibadahmu marang Gusti Alloh,rasah kakean menghujat,yang menilai semua itu Alloh mas,so pasrah saja,sik penting niate,Gusti Alloh itu Maha Mengetahui,jadi ga usahlah bikin2 artikel kaya gini,marai giduh ntar mas,maaf,saya hanya orang islam yang biasa2 saja,bukan super seperti njenengan

  37. WONG KEMINTER SOK ISLAMI !!!

  38. Hahahahaaaaa…..

    Kang Perdana Akhmad Bin Ahmad…
    Aku Suka Artikelmu di atas…..
    Ayoooo…BIKIN ARTIKEL LAGI YANG SEJENIS INI….
    BIAR SODARA-SODARA SESAMA MUSLIM KITA SALING SALING PENDELI’-PENDELI’AN.
    TERUS ISI OTAKMU DENGAN ILMU-ILMU DARI BUKU2 & KITAB2 APA AJA YANG MAMPU MEMBUAT SESAMA MUSLIM NGOTOT-NGOTOTAN!!!
    BIARKAN MUSUH-MUSUH KITA DILUAR SANA MEMANFAATKAN SITUASI INI UNTUK MEMPERLANCAR USAHA MEREKA MENGKRISTENISASIKAN SODARA-SODARA KITA YANG MASIH LABIL…!!!

    GAK USAH KUATIR, JERIH PAYAHMU NANTI PASTI DI NILAI OLEH ALLAAH SUBHAANAHU WATA’ALAA…!!!!!

    BILA PERLU, CALONKAN DIRIMU MENJADI PERSIDEN RI, BIAR DAKWAHMU LEBIH SEPPPPPPP…..

    Hahahahaaaa…..

    • @Nashir,

      dibaca lagi mas artikelnya.. sy rasa sudah cukup jelas dan disertai dalil :) dari tawa anda yg cukup keras.. kami percaya anda orang yg riang dan penuh kasih sayang :)

      semua berpulang kepada pembaca..

      • Hahahahaaa…..

        Hmmmmm…..Tebakan Anda tidak jauh Meleset….

        Saya sudah Baca Artikel di Atas..

        Menurut Saya bukan masalah membaca atau Enggak tentang Artikel di Atas….

        Namun, dari Judulnya saja SUDAH PASTI AKAN MENIMBULKAN PERSELISIHAN YANG TIDAK AKAN ADA UJUNGNYA SAMPAI KAPANPUN…!!!!!!!

        Sebagai Seorang Muslim Yang Taat, Saya Yakin Anda & Gol Anda Faham Bagaimana Menjadi Muslim & Mu’min Yang Baik!!!!!

        Da’wah Tidak harus Menimbulkan Perselisihan sesama Sodara Sendiri.

        Jika Golongan Anda Merasa Paling Benar & Paling Lurus, maka Gunakanlah Cara2 Yang Bijak & ‘Arif dalam Berdakwah…!!!!

        Kita Semua Tahu, Rosulullaah Tidak Pernah Mengajarkan Hal2 yan Menimbulkan Permusuhan & Perselisihan, Saling Melecehkan apalagi Memusyrikan Sesamanya.

        Jika Anda & Golongan Anda merasa ada sebagian Umat Muslim yang menyimpang dari Al-Qur’an & Al-Hadist, maka ajaklah mereka kembali ke Jalan yang Benar, Tentunya dengan Cara-cara yang di Ajarkan Oleh Al-Qur’an & Baginda Rosulullaah!!!!!

        Sejarah Sudah Mengajarkan Kepada Kita, bagaimana Sunan Kali Jaga Menyembarkan Islam di kalangan Masyarakat yang Jahil, Masyarakat yang Jauh dari ISLAM!!!

        Dan Sejarah juga Telah Mengajarkan, Bagaimana Majapahit Runtuh & Luluh Lantah dan Juga Kerajaan2 yang dahulu Hancur Berantakan Tak Lain karna PERANG SODARA!!

        Baginda Rosulullaah sudah mewasiatkan, bahwa suatu saat Islam akan terpecah menjadi Beberapa Golongan, dari Golongan tersebut Hanya SATU YANG DI TERIMA/BENAR!!!!

        Monggo…Kita Hidup Rukun Berdampingan di Bawah Naungan ISLAM!!!

        Fatawakkal ‘Alallaah….Hanya Allah Yang Berhak Menilai Segala Amal Ibadah Hamba-Nya…!!!

        Jika Anda & Golongan Anda masih terus Gembar-Gembor Tentang Perbedaan Pendapat….dan lain sebaginya, Maka sadarlah…Bahwa di Dunia ini TIDAK ADA YANG PALING BENAR!!!!

        Jika Anda & Golongan Anda merasa Sudah sesuai dengan apa yang ada di Al-Qur’an & Hadist, Bersujud SYUKURLAH…dan JANGAN MENYAKITI HATI & PERASAAn ORANG LAIN!!!!!

        Ahmadiyyah Adalah Masalah Besar bagi Ummat ISLAM, Mengapa Anda & Golongan Anda TIDAK BERFIKIR UNTUK MENOLONG MEREKA YANG TELAH TERPEROSOK KE AHMADIYYAH!!!!

        ISLAM TIDAK AKAN HANCUR OLEH MUSUH-MUSUHNYA, TAPI ISLAM AKAN HANCUR KARNA KEANGKUHAN & KESOMBONGAN UMATNYA SENDIRI!!!

        Hamba Hanya Manusia Miskin….
        Miskin Harta & Miskin Ilmu…
        Tapi Jika suatu saat Allah mengabulkan PermohonanKu, Maka Jika Masih Ada yang GEMBAR-GEMBOR MENIMBULKAN PERSELISIHAN DALAM ISLAM, AKAN BERHADAPAN DENGANKU!!!!!

        PELANGI TIDAK AKAN PERNAH TERLIHAT INDAH JIKA TIDAK MENYATU WARNANYA!!!

        Kenapa Kita Tidak membaca Petunjuk Allah tersebut!!!
        Masalah AMAL IBADAH BIARKAN ALLAH SAJA YANG MENILAINYA!!

        Kebenaran Mutlak Hanya Milik Allah…!!!

        ( mohon maaf jk tatabahasa saya ngalor ngidul ngetan ngulon, karna memanglah saya ini Miskin Ilmu )

  39. trima kasih atas artikelnya so stelah sy bc bru sy mngerti n berpikir ternyata itu bid’ah. wassalam……

  40. Assalamualaikum wr.wbr. semua juga Bung Perdana;

    Alm. KH Zainuddin MZ sebelum wafat, dlm satu acara tabligh atau ceramah ditayangkan oleh TVOne, menyatakan antara lain, bhw kita yg ngaku Muslim ini punya TIGA penyakit: salah satunya adalah “kutil”
    , yakni KURANG TELITI!!!

    Jelas, dlm Al-Fatihah yg kita lafadzkan/baca setiap kali shalat APAPUN, ada ayat ke-5 yg SEMUA sdh tahu MAKNANYA!!!

    Lha kok ya masih minta tolong sama ALMARHUM Rasulullah s.a.w. Paling parah, di Timur Tengah, ada penganut Sunni bahkan manakala sdg di padang pasir TERSESAT, lantas ybs./mrk langsung nyeluk alias bengak-bengok MEMANGGIL dan minta tolong ALMARHUM Syech Qodir Jaelani!!!

    Ini org2 yg menepuk dada mendaku.mengaku Muslim tahu ga sih, MAKNA ayat2 yg kita baca/lafadskan manakala sdg shalat dan atau “ngaji”???

    Ga usah jauh2, “Qulhu”/Surah al-Ikhlas saja, MENGESAKAN Allah SWT, Ayat kedua jelas artinya, bhw Allah SWT sbg satu2nya TEMPAT BERSANDAR; ayat TERAKHIR al-Insyirah begitu pula….

    Salaam dr Kang Ucup mahadha’if di http://www.scribd.com/tjoaginsing

  41. Hari gini masih ngurusin bid’ah…..!
    basi bangat tau…!
    Cape deh…….!
    Bisa ga sih jgn ngomongin dan membid’ah-bid’ah kan yg sudah dilakukan orang jauh sebelu nenek kamu Lahir !
    Sebagai generasi muda bingung..nih, ” Kaya lebih baik kami di suguhkan artikel bagai mana membedayakan dan membangun ekonomi umat muslim, ….karena kami yakin klu ekoneominya dah mantab…ga perlu lagi deh …..baca-bacaan yg panjang apalagi ampe ribuan..,..Cape deh.., Sudah lah ga usah Repot membid’ah -bidah kan orang Lain,…hancur umat ini klu kamu Berda’wah dgn cara begitu, Hargai Wali Songo yg telah menyebarkan Islam di Tanah Air kita.
    Bukankah Gurumu, Nenek, kakek, Bapak dan Ibumu juga belajar agama Di negara ini yg jelas agamanya di sebar luaskan oleh para Wali ….!

  42. Salaam! Nimbrung lagi donk ah uh….sblm kiamat to yo!

    Begini, ini DIN (Jalan Hidup tuntunanNya!) esensinya adalah melakukan “amar makruf wa nahi munkar”. Anything LESS (tanpa itu) is NOT the DIN (Islam).

    Al-Qur’an “di-sms” kan kpd Nabi Muh. s,a.w. untuk DISAMPAIKAN kpd seluruh (ulang, SELURUH) ummat manungsa/manusia dan JINN, sbg PETUNJUK ttg segala hal/isu yg HAQ dan yg BATHIL. Period dudes!

    Mari KITA semua membuka lagi Al-Qur’an dgn TERJEMAHAN/tarjamah (?) “terbagus” yg paling mendekati MAKNA/arti sebenarnya, wong kita BUKAN org Arab (asal tahu sj, bhw tim perdana penyusun Qur’an menggunakan TUJUH dialek Bhs Arab; tapi entah mengapa yg dominan dialek Qurais). Ada bbrp ayat, yg Allah SWT declared ttg “Kumudahkan Qur;an untukmu/kalian…” Cek jika masih ragu….

    Ane memakai Al-Qur’an dgn terjemahan, yg menurut ane, baguslah, yakni dari Tim Pembinaan Mental dulu ABRI/TNI-AD. Semua itu haji dan S1 ada jg kalau ga salah ingat yg S2… saya mah S lilin….

    Yg dgn terjemahan Bhs Inggris, dan setahuku paling banyak menjadi rujukan bakal-calon dan calon mualaf — yaitu oleh Syech Jusuf Ali meski ada yg lebih bagus tapi sy belum punya….ya ngOnline sj to membacanya ntar ane susulkan irl-nye…Insha Allah ga lupa..

    Kembali ke mangsud pertama Al-Qur’an di-sms-kan, next disebar-luaskan nyampe ke kita, adalah dgn mangsud bagi KITA untuk mempelajarinya/mentaddaburi-nya, sbg PETUNJUK ttg yg bathil dan yg HAQ.

    Jadi, ketika ada orang yg sdh “ngelotok” taddabur-nya, sudah beribadah haji, dan umrah bbrp kali apalagi mampu memahami Bhs Arab, so lebih mudah memahami Al-Qur’an; lantas BERBAGI “ilmu” yg HAQ ttg aneka bid’ah dan apalagi SHIRIK/Shirk — seyogyanya KITA dengarkan. Bukannya malah dicerca sbg sok-tahu.

    Astaghfirullah… pliz, bener HENTIKAN mencerca org2 yg punya nyali dan cukup ilmu untuk mengangkat isu mahapenting itu….Kecuali kita mau KUWALAT. Naudhubillah!

    Ada Shahih Hadith ttg anjuran ALMARHUM Rasulullah bagi KITA untuk menyampaikan SATU ayat saja atau shahih hadith, demi amar-makruf nahi munkar, kendatipun itu TERDENGAR pahit bagi yg mendengarKANnya!!!

    Tahu mengapa negeri kita ini menjadi “Negeri Maling” — sebab, BANYAK yg MUNAFIK tidak berani melakukan KEWAJIBAN beramar-makruf nahi munkar; Yang ada justru “nyambi” munkar! Menyibukkan diri dgn aib mrk, yakni berprofesi sbg perampok intelektual…. Duh Gusti…

    So gitu lho…
    wong super dha’if and fakir Kang Ucup at http://www.scribd.com/tjoaginsing

  43. c*ki*a* SENSOR ADMIN……KATA-KATA JOROK
    lu nge analisa dri mana ???
    wong edan yg blang sholawat nariyah bid’ah ..
    cba pelajari lgi ilmunya .. jgn cman blajar dri buku doang ..
    belajar tanpa ada gurunya brarti gurunya setan c*ki*ay (SENSOR ADMIN)…

    • @djamal..
      bahasa anda yg kotor… menjelaskan siapa guru anda sebenarnya!

      @admin,
      tolong sensor, kata awal dan akhir si djamal ini.

  44. kalau bicara shalawat nariyah itu bid’ah…baiknya kang perdana berbicara dengan para ulama2 salaf dan dari kalangan nadiyin….klo mau saya bisa kenalkan salah satunya….beliau ulama cukup di akui kearifannya…dia senang jika kang perdana mau bertabayun mah…orngnya baik,lemah lembut dan tdk mencerca golongan lainnya…mau kang??….bersilaturahmi dengan para ulama khan mengasyikkan..apalagi mungkin mau ditanyakan perkara rukyah yang anda lakukan ini apakah pake jin atau tidaknya..Insya Allah beliau akan memberikan pemikirannya untuk anda…bener2 enak diajak diskusilaah….:)

  45. Kenapa sih banyak yg ga mau tinggalkan bid’ah? Padahal Nabi sudah memperingatkan untuk jauhi bid’ah karena semua bid’ah (dalam agama) adalah sesat. Tolak ukurnya kan jelas, sholawat itu ada dalam hadits ga? Apakah memang diajarkan oleh Nabi atau tidak? Kalo ga ada ya tinggalkan. Jgn sombong & keras kepala.

  46. ya sudah, semua sholawat itu baik, yang penting niat dan tujuannya. untuk itu mari kita sama sama berdoa pada Allah untuk memohon ampunan terhadap diri kita, orang tua kita, saudara kandung kita, maupun saudara muslim lainnya. jangan saling mengatakan ini bid’ah itu bid’ah, wong kita sendiri aja belum paham / tidak paham sekali makna Al’Quran seluruhnya so yang penting Kita jalankan perintah Allah dan jauhi larangannya aja deh. sehingga selamat dunia & akhirat. amiennnn

  47. Assalamualaikum…,sebagai hamba Allah yang masih awam ilmu, saya sangat apresiatif dengan artikel ini, saya tahu maksud dari artikel ini bukanalah untuk mendiskreditasikan suatu amalam ibadah, dalam artian bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad saw, atau menciptakan polemik antara kaum muslimin, artikel di atas hanya ingin menjelaskan kepada kita semua tentang bagaimana menggunakan akal fikiran kita yang sehat untuk menelaah kebenaran tentang suatu hukum, karena memang mengoreksi suatu tradisi yang sudah sangat mengakar itu kadang akan menimbulkan penentangan2 dari para pengamalnya,terlepas karena itu memang berdasarkan akal atau memang karena dalih sudah tradisi

  48. sikapi dengan sebijak-bijaknya bahwa kembalikan semua yang bersumber pada al-quran dan alhadist,…niscaya kita tidak akan terjerumus,….aamiinnn yaa rabb

  49. penjelasan di atas juga menurut seseorang(Menurut Kiyai Mahrus Ali, ternyata sumber dan asal-usul shalawat Nariyah ini tidak diketahui….)padahal kita juga tidak tahu seberapa besar ilmunya,apakah kita hanya membid ah kan sholawat ini hanya gara2 menurut seseorang yang melakukan penelitian yang terbatas,sedangkan ia tidak hidup pada jaman ketika sholawat tersebut ada…penelitian yang dibuat manusia tidak bisa di jadikan sandaran untuk membidahkan sholawat narriyah..

    • Astaghfirullaah!!!

      Bung, sampeyan MENGERTI ga sih MAKNA dua kalimat terakhir di Nar(=api=meraka!)iyah itu??? Itu amat sangat ber-lebih2an, menyelisihi bbrp AYAT di Al-Qur’an ttg siapa yg menurunkan HUJAN, dan mengurai segala kesulitan MANUSIA/HambaNya…

      Tak secuilpun ayat di sana menyebutkan bhw semua itu DILAKKUKAN oleh ALMARHUM Rasulullah s.a.w. atau ketika beliau s.a.w. masih “sugeng” (hidup…). Singkatnya dua kelimat terakhir itu bersifat GHULLU atau ber-LEBIH2an. Cenderung mengarah ke SHIRIK/Syirik. dan jelas PENGAGUNGAN BERLEBIHAN Nabi s.a.w.m yg artinya MENYELISIHI Hadith Shahih beliau s.a.w. agar TIDAK terlalu meng-agung2kan beliau s.a.w.

      Manakala kita memakai bhs sekaran, sahabatpun bertanya: “Maaf bos, Rasul Allah; kenapa sih kagak boleh begitu?” dan beliau s.a.w. menjawab: “Apakah kalian sudah lupa dgn yg TELAH terjadi pada/dgn SAUDARAKU Isa a.s.?” “Oh iya bos, Rasul Allah. Maaf Kanjeng Nabi.” Sahabat baru “mudeng” atau paham….

      Juga amat sangat MENYELISIHI ayat ttg MENYERU hanya kepada Allah SWT. Tolong deh TADDABURI lagi Al-Qur’an anda, semoga Dia memberimu hidayah….

      Ada minimal DUA ayat ttg TIDAK BENARNYA kelompok MAYORITAS…. bhs Qur’annya ketika diterjemahkan ke bhs Indonesia menjadi “Orang2 Kebanyakan”… Insha Allah ane belik dgn dua ayat itu kelak dlm wakyu dekat, lupa ayat yg mana di Surat yg mana pula. Padahal, baru 2-e hari yl. saya membacanya…Salaam….

  50. lanjutkan syiar dakwahnya mas, Insya Allah bermanfaat dan bisa mencerahkan umat muslim di Indonesia.

  51. bismillah…

    hati2 dengan ajaran wahabi…yg bermisikan agar umat Islam menjauhi mencintai nabi….teruskan bersholawat….mencintai rosul sampai akhir hayat….
    penulis adalh salah seorang wahabi…saya kenal dgn dia..

  52. Wah… aneh sekali …. aneh sekali ..
    Ibaratnya Nabi menawarkan makanan yang lezat… dan si fulan bin fulan menawarkan bangkai ( maaf ).

    Eh… kok banyak yang mengambil bankai ??????

    Nabi sudah mengajarkan cara bershalawat …….. eh kok mengambil shalawat buatan fulan bin fulan ????

    Aneh bin ajaib ….. katanye pecinta nabi kok yang dipilih fulan bin fulan ????

    Dari pada ribut ribut pakai saja shalawat ajaran nabi !!!!!…. AYO SIAPA YANG NGGA SETUJU … angkat tangan dong ??????

  53. Nih ada contoh shalawat yang shahih … diajarkarkan nabi kita dan dalilnya :

    “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).

    Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.” (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, Sebagaimana Engkau telah memuliakan Ibrahim; dan berilah berkat oleh-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.” (HR. Al-Bukhârî dan Abû Sa’îd).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.” (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).

    Ya Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad Nabi yang ummi dan akan keluarganya.” (HR. Abû Dâud dari ‘Uqbah bin ‘Amir).

    Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).

    Apakah shalawat shalawat diatas itu tidak cukup ??? dan anda merasa kurang sempurna dengan shalawat shalawat diatas kemudian mengambil shalawat shalawat dari fulan bin fulan

  54. Semua Cinta Butuh Bukti

    Cinta bukanlah hanya klaim semata. Semua cinta harus dengan bukti. Di antara bentuk cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ittiba’ (mengikuti), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Karena ingatlah, ketaatan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah buah dari kecintaan.

    Penyair Arab mengatakan:

    لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ
    إِنَّ المُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ مُطِيْعٌ

    Sekiranya cintamu itu benar niscaya engkau akan mentaatinya
    Karena orang yang mencintai tentu akan mentaati orang yang dicintainya

    Cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah dengan melatunkan nasyid atau pun sya’ir yang indah, namun enggan mengikuti sunnah beliau. Hakikat cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mengikuti (ittiba’) setiap ajarannya dan mentaatinya. Semakin seseorang mencintai Nabinya maka dia juga akan semakin mentaatinya. Dari sinilah sebagian salaf mengatakan:

    لهذا لما كَثُرَ الأدعياء طُولبوا بالبرهان ,قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ

    Tatkala banyak orang yang mengklaim mencintai Allah, mereka dituntut untuk mendatangkan bukti. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali Imron: 31)

    Seorang ulama mengatakan:

    لَيْسَ الشَّأْنُ أَنْ تُحِبَّ وَلَكِن الشَّأْنُ أَنْ تُحَبْ

    Yang terpenting bukanlah engkau mencintai-Nya. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintai-Nya.

    Yang terpenting bukanlah engkau mencintai Nabimu. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa mendapatkan cinta nabimu. Begitu pula, yang terpenting bukanlah engkau mencintai Allah. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintai-Nya. (Lihat Syarh ‘Aqidah Ath Thohawiyah, 20/2)

    Allah sendiri telah menjelaskan bahwa siapa pun yang mentaati Rasul-Nya berarti dia telah mentaati-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

    مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

    “Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Qs. An-Nisa’: 80)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada ajarannya. Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits,

    فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

    “Berpegangteguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)

    Salah seorang khulafa’ur rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

    لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

    “Tidaklah aku biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Abu Daud no. 2970. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa atsar ini shohih)

    Itulah saudaraku di antara bukti seseorang mencintai nabinya –shallallahu ‘alaihi wa sallam- yaitu dengan mentaati, mengikuti dan meneladani setiap ajarannya.

    Kebalikan Cinta

    Dari penjelasan di atas terlihat bahwa di antara bukti cinta adalah mentaati dan ittiba’ pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berarti kebalikan dari hal ini adalah enggan mentaatinya dan melakukan suatu ibadah yang tidak ada ajarannya. Karena sebagaimana telah kami jelaskan di muka bahwa setiap orang pasti akan mentaati dan mengikuti orang yang dicintai.

    Dari sini berarti setiap orang yang melakukan suatu ajaran yang tidak ada tuntunan dari Nabinya dan membuat-buat ajaran baru yang tidak ada asal usulnya dari beliau, walaupun dengan berniat baik dan ikhlash karena Allah Ta’ala, maka ungkapan cinta Nabi pada dirinya patut dipertanyakan. Karena ingatlah di samping niat baik, seseorang harus mendasari setiap ibadah yang dia lakukan dengan selalu mengikuti tuntunan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itulah yang engkau harus pahami saudaraku, sebagaimana engkau akan mendapati hal ini dalam perkataan Al Fudhail berikut.

    Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala berkata mengenai firman Allah,

    لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

    “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk [67]: 2), beliau mengatakan, “Yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

    Lalu Al Fudhail berkata, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19)

  55. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Shalawat Nariyah cukup populer di banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya. Berikut ini adalah bunyi shalawat tersebut:”

    اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك

    Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka

    Artinya:

    “Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak orang yang Engkau ketahui jumlahnya.”

    Syaikh berkata:

    “Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali. Allah berfirman yang artinya:

    أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

    “Bahkan sesembahan yang mereka seru (selain Allah) itu justru mencari kedekatan diri kepada Rabb mereka dengan menempuh ketaatan supaya mereka semakin bertambah dekat kepada-Nya dan mereka pun berharap kepada rahmat-Nya serta merasa takut akan azab-Nya. Sesungguhnya siksa Rabbmu adalah sesuatu yang harus ditakuti.” (QS. Al-Israa’: 57). Para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang berdoa kepada Isa Al-Masih atau memuja malaikat atau jin-jin yang saleh (sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Katsir).”

    Beliau melanjutkan penjelasannya:

    “Bagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa merasa ridha kalau beliau dikatakan sebagai orang yang bisa melepaskan ikatan-ikatan hati dan bisa melenyapkan berbagai kesusahan padahal Al-Qur’an saja telah memerintahkan beliau untuk berkata tentang dirinya:

    قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    “Katakanlah: Aku tidak berkuasa atas manfaat dan madharat bagi diriku sendiri kecuali sebatas apa yang dikehendaki Allah. Seandainya aku memang mengetahui perkara ghaib maka aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak ada keburukan yang akan menimpaku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raaf)

    Pada suatu saat ada seseorang yag datang menemui Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Atas kehendak Allah dan kehendakmu wahai Rasul”, Maka beliau menghardiknya dengan mengatakan, “Apakah kamu ingin menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah? Katakan: Atas kehendak Allah semata.” Nidd atau sekutu artinya: matsiil wa syariik (yang serupa dan sejawat) (HR. Nasa’i dengan sanad hasan)

    Beliau melanjutkan lagi penjelasannya:

    “Seandainya kita ganti kata bihi (به) (dengan sebab beliau) dengan bihaa (بها) (dengan sebab shalawat) maka tentulah maknanya akan benar tanpa perlu memberikan batasan bilangan sebagaimana yang disebutkan tadi. Sehingga bacaannya menjadi seperti ini:

    اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد التي تحل بها العقد

    Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Allati tuhillu bihal ‘uqadu (artinya ikatan hati menjadi terlepas karena shalawat)

    Hal itu karena membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibadah yang bisa dijadikan sarana untuk bertawassul memohon dilepaskan dari kesedihan dan kesusahan. Mengapa kita membaca bacaan shalawat bid’ah ini yang hanya berasal dari ucapan makhluk biasa sebagaimana kita dan justru meninggalkan kebiasaan membaca shalawat Ibrahimiyah (yaitu yang biasa kita baca dalam shalat, pent) yang berasal dari ucapan Rasul yang Ma’shum?”

    ***

    Penulis: Muhammad Jamil Zainu

  56. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

    “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”[1].

    Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut[2], karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala[3].

    Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

    - Banyak bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam[4], karena para ulama mengatakan: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya”[5].

    - Yang dimaksud dengan shalawat di sini adalah shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih (yang biasa dibaca oleh kaum muslimin dalam shalat mereka ketika tasyahhud), bukan shalawat-shalawat bid’ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang datang belakangan, seperti shalawat nariyah, badriyah, barzanji dan shalawat-shalawat bid’ah lainnya. Karena shalawat adalah ibadah, maka syarat diterimanya harus ikhlas karena Allah Ta’ala semata dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [6]. Juga karena ketika para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Wahai Rasulullah), sungguh kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, maka bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah: Ya Allah, bershalawatlah kepada (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau…dst seperti shalawat dalam tasyahhud[7].

    - Makna shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia memuji dan mengagungkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang beliau bawa. Dan di akhirat dengan melipatgandakan pahala kebaikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memudahkan syafa’at beliau kepada umatnya dan menampakkan keutamaan beliau pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk[8].

    - Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya[9]. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya,

    {هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}

    “Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).

    وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

    Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

  57. Ueleh-weleh2x sekarang sy baru tahu kalau syalawat nariyah itu bid’ah, kasihan amat sy, niatnya ingin beribadah dgn mengagungkan Rasululloh eh kenyataAnya mlh syirik. semoga Allah mengampuni dosa2sy dan menunjuki jln yg bnr didlm beragama..amiin. Kalaulah diriku ini merasa bth dgn kebodohan, manalah mungkin ku tahu kalau syalawat nariyah itu bid’ah, kalaulah hobyku tetap hanya mau ber taklid [tapi tdk mau ber i'tiba] mana mungkin ku bisa tahu hadis tersebut sohih atau tdk.

  58. apapun shalawat yg kita baca semua kembali pada pemahaman diri sendiri dan dibawa kemana shalawat itu smua tergantung niat. jk kt membaca shalawat nariyah dgn niat memohon kepada Allah atas diberikan keselamatan terlepas dr segala masalah seperti yg Allah berikan kepada nabi Muhammad SAW mengapa harus dikatakan bid’ah? pahamilah arti dan maksud a.shalat itu tdk lepas dr pada permohonan kepada Allah. Jika kita mendo’akan nabi Muhammad SAW dan kemudian beliau berdo’a kepada Allah ats org@ yg mendoakan dirinya maka Allahpun mendengarkan do’a rasul a. semua a ini tergantung niat jk yg baik kt bawa yg tdk baik maka tdk baiklah dia begitu jg sebalik a

  59. Maaf tanpa bermaksud seudzon atau fitnah. Jangan2 penulis di blog ini adalah generasi penerus neo kolonialisme di bidang agama jurusan pengrusakan akidah! Saya lebih percaya bahwa anda mungkin seorang agen illuminati atau freemason yg menyamar menjadi ahli agama yg bijak dibanding seorang ustadz kampung atau bahkan ulama besar seklipun!!

    Hati2 buat yg pemahaman agamanya masih sedikit jangan langsung ditelan bulat2 seluruh artikel di blog gratisan ini, coba lihat FB nya semua daftar situsnya dari blog gratisan semua, itu artinya orang ini menyembunyikan identitas aslinya dan suatu waktu bisa menghilang begitu saja sambil terbahak-bahak jika keruwetan yg terjadi sudah makin membabi buta. Apa kontribusi anda selama ini untuk umat Muslim Indonesia sampai dengan begitu mudahnya mencetuskan sebuah fatwa sesat bid’ah dll??

    Saya akan membantah seluruh pemahaman miring anda, demi menjaga saudara2 sesama muslim agar tidak mudah jatuh kedalam jurang kesesatan yg anda bangun selama ini………….. MAAF,

    • @satrio prikitiw

      iye kita maafin. coba ente buka fb dan blog2nya ustadz. jgn pake mesin tik liatnya. asal jeplak aja ente.

  60. @ tina ….
    Shalawat itu ibadah …. ibadah harus ittiba kepada nabi ….
    Kenapa sih … nabi sudah mengajarkan shalawat yang paling afdhal … tetapi kalian keras kepala tidak mau menerimanya … malah menggunakan shalawat shalawat buatan manusia yang belum tentu matannya sesuai .
    Anda sudah benar bawah shalawat mendoakan nabi.. keluarga dan sahabatnya…. dan lakukkanlah sesuai dengan ajaran beliau.
    Tolong perhatikan isi dari shalawat nariyah dengan teliti ….. jangan niat mau masuk sorga tetapi jadinya terpeleset.
    Mau aman ??? pakailah shalaat yang diajarkan nabi …. SETUJU ???

  61. @Satrio piningit , statemen anda :

    Maaf tanpa bermaksud seudzon atau fitnah. Jangan2 penulis di blog ini adalah generasi penerus neo kolonialisme di bidang agama jurusan pengrusakan akidah! Saya lebih percaya bahwa anda mungkin seorang agen illuminati atau freemason yg menyamar menjadi ahli agama yg bijak dibanding seorang ustadz kampung atau bahkan ulama besar seklipun!!

    maaf pengetahuan anda tentang aqidah ternyata masih sangat kurang dan pengetahuan anda tentang freemason dan illuminati sangat menggelikan.

    Blog gratisan ? … anda mengada ngada saja ..
    Mana ada blog sejenis ini yang berbayar ? … kecuali anda penggemar blog berbayar yang isinya ” gambar gambar serem”
    Hii.. hii. hiii ….. serem ………

    • @dodo:
      memangnya pengentahuan ente tentang akidah sudah sangat dalam ya mas? luar biasa ya.. wkwkwk
      soal freemason dan illuminati apakah ente sudah sangat paham apa inti pemahaman dan misi yg mereka emban sebagai bagian dari zionisme di Indonesia? ente tau kan arti “pengrusakan akidah dan moral secara terselubung”?

      justru saya yg sangat geli dengan statement anda soal blog berbayar yg menurut pemikiran anda hanya berisi “gambar2 serem” aja wkwkwk
      baru tau internet kemaren sore ya mas???
      “Mana ada blog sejenis ini yang berbayar?” kok tanya saya..cari donk di google sangat banyak tuh blog sejenis yg lebih berkompeten dan ber kredibilitas tinggi sumbernya (sorry, malas menyebutkan situsnya)

      Kalo ente lebih yakin dengan fatwa dari kabar burung seperti ini ya itu hak anda, tapi saya mau tanya nih. Apakah para Wali dan Ulama Besar dunia seperti syekh Abdul Qodir Jailani tidak diakui keilmuan dan pemahamannya yg tinggi soal Islam oleh Allah? ente Islam masuk ajaran mana sih? Ahlussunnah Wal Jamaah, Muhammadiyah, liberal, NII, atau jangan2 ahmadiyah? wkwkwk..
      Sudahlah jangan karena keterbatasan ilmu yg ente punya, malah menganggap otak kerdil ente itu yg paling benar, itu sama saja menuhankan otak sendiri, alias musyrik mas..!! dan itu tandanya anda telah sukses terperosok ke jurang pemahaman freemasonry!!

      Semoga kita semua bisa mati dalam keadaan husnul khatimah, mari tinggalkan JIL yg sesat dan menyesatkan menurut pemahaman yang tersesat. Dan mari kita bentengi iman dengan pemahaman2 baru yg penuh syirik dan tidak jelas seperti ini.

      Wassalam,

  62. @satrio piningit .. yang emosional …..

    “Jangan2 penulis di blog ini adalah generasi penerus neo kolonialisme di bidang agama jurusan pengrusakan akidah! ”

    Bukankah anda membuat statemen ngaco seperti diatas .
    Tulisan yang dibuat penulis justru untuk memperbaiki aqidah umat , tapi barangkali anda salah dan menilai atau anda tersinggung karena anda sendiri pengamal shalawat tersebut.

    “justru saya yg sangat geli dengan statement anda soal blog berbayar yg menurut pemikiran anda hanya berisi “gambar2 serem” aja wkwkwk
    baru tau internet kemaren sore ya mas???”

    Lho mana ada blog berbayar untuk hal semacam ini ??? … udah salah galak juga si satrio ini ..

    Apa hubungannnya bawa bawa syeh Abdul kadir ? …beliau adalah orang yang berilmu tinggi dan istiqomah …. tapi setahu saya banyak yang ngaku ngaku pengikut beliau tapi cuma pengikut taqlid saja,

    “Semoga kita semua bisa mati dalam keadaan husnul khatimah, mari tinggalkan JIL yg sesat dan menyesatkan menurut pemahaman yang tersesat.”

    Analisa anda juga cuma tuduh sini tuduh sana … dari mana anda tahu saya orang JIL ???? , mana statement saya orang JIL ???

    Apakah statemen saya tentang shalawat tersebut salah ?? justru saya menyarankan agar PEGANGLAH SUNNAH NABI …., bershalawatlah dengan shalawat yang diajarkan oleh beliau .

    wass

  63. @ mas satrio yang galak …
    ini ada sedikit shalawat shalawat nabi yang diajarkan langsung oleh nabi kita :

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.” (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.” (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).
    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).

    “Ya Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad Nabi yang ummi dan akan keluarganya.” (HR. Abû Dâud dari ‘Uqbah bin ‘Amir)

    “Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).

    Semoga mas satrio dapat memahami dan mengamalkannya

    w

  64. @Perdana
    Semoga segala apa yang anda tulis berdasar dan memiliki hujjah,Jika anda benar2 muslim smg Allah merahmatimu,jikalau engkau perusak agama smg Allah melaknatmu,…
    Semoga kita sebagai hamba Allah selalu mendapat taufik dan hidayah dari-NYA…..
    Salam kasih dari hamba Allah yang penuh dosa dan mengharap rahmat-NYA…
    Sejauh ini salut buat anda :-)

  65. ma’af sy mau tanya mas, apa boleh saya do’a pake’ bhs indonesia. Contoh yaa alloh berilah rizqi yg banyak, tlg di jwb ya

  66. asalamualaikum..
    alhamdulillah
    kuikhlaskan seluruh amal ibadahku yg cetek ini pahalanya untuk rasullulah saw..
    seluruh puji-pujian yg bisa dbuat manusia dari awal zaman sampai akhir zaman sungguh tidak akan membandingi pujian Allah buat rasul tercinta nya yg termaktub dalam alqur’an..
    nariah- itu hanya menampung sedikit saja hati yg terbakar rindu..solualannabi
    sekiranya saja aq seorang pujangga, aq ingin membuat kalimat sanjungan melebihi solawt nariah itu…
    mahasuci Allah pemilik sgala khasanah
    solawat atasmu ya rasululah..
    sebanyak,seluas.semampu,sekuat puji-pujian yg mampu keluar dari lidah dan terbetik dari hati..Ayah dan Ibu kami sebgai tebusan kebenaran mu ya rasulullah..
    Allah serta malaikatnya pun memuji..

    wasalah

  67. Amalan yg lebih dulu akan dinilai adalah “SHALAT”….maka dirikanlah shalat…..perbaikilah shalat…..apakah kita semua sdh lupa…??? apakah kita semua sdh merasa bhw shalat yg kita kerjakan itu sdh benar? apakah kita semua sdh yakin bhw shalat yg kita kerjakan itu pasti diterimaNYA…???

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.