GILA AKIBAT BELAJAR TASAWUF SUFI DAN ILMU HIKMAH

Pertemuan saya dengan si fulan ini secara tidak sengaja, pada hari jum’at tanggal 21-01-2011 pagi hari saya melihat si fulan ini berjoget-joget diluar kantor PEMDA Mesuji mengikuti irama musik Senam Kesegaran Jasmani yang sedang diputar. Saya melihat si fulan ini walau gila namun tubuhnya sangat bersih dan pakaiannya rapi dan juga memakai kopiah.

Saya lalu langsung menekati si fulan yang sedang berjoget-joget. alhamdulillah si fulan yang sedang dalam keadaan junun (gila) ini tidak ngamuk ketika saya dekati.  Saya lalu mengajaknya ngobrol untuk mengorek keterangan darinya. Dia sembari terus-menerus menggerakkan tangannya menceritakan bahwa dia punya ilmu Nabi Sulaiman, dia bisa bahasa binatang,bisa menaklukkan jin. Seluruh malaikat bisa dia panggil dan bisa dimintai pertolongan.

Saya sembari tersenyum lalu memintanya untuk memperlihatkan khodam jin yang sudah dia taklukkan, Si fulan ini lalu memegang dadanya dan melemparkan tangannya dihadapan saya sembari mengatakan “ ini jin saya coba kamu lihat dia sekarang berada dihadapanmu” . Beberapa Petugas SATPOL PP yang sedari tadi berada di samping saya lalu tertawa terbahak-bahak lalu mencemo’oh tingkah polah si junun ini :D .Saya lalu menyuruhnya diam dan langsung merefleksi kepala dan lehernya dan selama beberapa menit meruqyahnya.

Dari pengalaman saya meruqyah orang gila, saya mencurigai bahwa orang ini mengalami kegilaan goncangan bathin alam bawah sadarnya, sebab ketika saya refleksi beberapa titik di kepala dan lehernya tidak menunjukkan gejala gangguan atau kerusakan syaraf otak.

Saya lalu bertanya dari mana asalnya dan ternyata dia tinggal tidak beberapa jauh dari Kantor PEMDA Kabupaten Mesuji Lampung. Seorang anggota SATPOL PP yang kebetulan tetangganya mengatakan si fulan ini baru 2 bulan mengalami penyakit gila. Gangguan kejiwaan yang dialami si fulan ini dikarenakan dia belajar ilmu hikmah dari kitab mujarobat, dan si fulan ini juga sudah lama mendalami ilmu tasawuf sufi. Sifulan ini bertingkah aneh seolah-olah tahu hal-hal ghoib dan selalu berbicara masalah ilmu metafisika dalam 2 bulan ini.

Saya tidak mau langsung menunjuk organisasi Nahdlatul Ulama yang mengajarkan ilmu tasawuf sufi dan ilmu hikmah yang mengakibatkan kegilaan si fulan ini , namun silahkan rekan-rekan sekalian mendengarkan ocehannya saja…Si fulan ini menurut tetangganya sangat fasih mengaji namun menurut tetangganya si fulan ini keberatan ilmu ghoib hingga akhirnya dia jadi gila.

Setelah meruqyah dan merefleksinya saya lalu meninggalkannya sendiri karena saya ada kesibukan lain dan dia akhirnya pulang diantar oleh seorang PNS.

Tidak disangka……….ketika saya sekira jam 09.00 ketika saya pulang kerumah untuk mengambil LAPTOP, lalu tiba-tiba si junun ini muncul di halaman rumah saya meminta uang 5000 rupiah dia mengatakan untuk dana da’wah. Saya heran……..kok bisa-bisanya secara kebetulan orang ini muncul di depan rumah saya seolah-olah mau langsung menemui saya lagi.

Si fulan ini mulai lagi dengan kegilaannya ngoceh berorasi masalah tasawuf yang semua perkataannya ga nyambung :)   , lalu terbersit dihati saya untuk merekam orasi si fulan ini. Saya lalu meminta izin padanya untuk merekam orasinya dan dia setuju untuk direkam. Ketika saya mengarahkan Handphone Nokia 5230 (sangat handal dalam merekam video sebab hasil rekamannya sangat jernih dan bagus) si fulan ini dengan mata berbinar-binar sangat senang saya rekam lalu mulai berceramah mengenai sedikit ilmu tasawuf  juga beberapa masalah ghoib.

Saya yakin ada banyak hikmah yang didapat dari ceramahnya yang bisa dijadikan ibroh bagi mereka yang getol belajar tasawuf sufi dan ilmu hikmah kitab mujarobat, untuk jangan pernah mempelajarinya agar tidak menjadi junun. Berhati-hatilah sebab ada banyak penganut sufi yang akan hilang akal sehat karena susahnya proses mempelajari tasawuf sufi, diantaranya berupa sikap gila, tidak rasional, seperti tolol, tidak kritis, dan tidak demokratis, dengan “sendiko dhawuh” pada apapun kata guru, sampai-sampai seorang sufi mengungkapkan dalam syarinya, “Di atas jalan menuju rumah Laila (sang kekasih) teradapat begitu banyak bahaya mematikan yang menghadang. Satu-satunya cara untuk melaluinya adalah dengan menghilangkan akal (gila, majnûn).

Ceramahnya tidak lama saya rekam sebab saya tidak bisa memaksanya berceramah lebih banyak karena sifat orang gila tidak bisa dipaksa atau dia bisa ngamuk. Saya sempat juga menanyakan beberapa hal yang saya rasa perlu untuk direkam. Mari langsung saja kita simak saja videonya :

54 Tanggapan

  1. Bang PA, kalo maen di mesuji lain kali mampir ke unit 2 sekalian dong..!! mampir ke mesjid agung Miftahul Jannah Pasar unit 2. rumah ane gak jauh dari situ jadi sekalian silaturahmi.. he he he

    • kadang-kadang ane ke unit 2 buat ambil uang :) insya Allah ntar tak mampirin ente, kirim aja no tlp ente di email ane ya biar bs hubungan

      On Sun Jan 23rd, 2011 4:15 AM EST

      • Bang…Ebook yang membongkar kesesatan reiki, tenaga dalam & ilmu kesaktian ada yang gratis ga di net? kalau boleh ane pengen downloand hehehe. kalau ga gratis, itu buku ada di TB.Gramedia ga?

  2. Bung PA, trims infonya, postingannya edukatif bagi saya dan banhyak hal yang membangkitkan gairah belajar karena makin banyak yang tidak saya ketahui.
    trims ya jz.

  3. kok yg ditanya wong edan,,,yo melu edan raaaa bos,,debat cari yg ahlinya donk….

  4. saya penganut sufi dan saya juga bertasawuf
    yang perlu sedikit di jelaskan disini adalah bahwa tasawuf bukan domain NU dan tak ada hubungan antara nu dan tasawuf atau sufi. saya tidak tahu apa yang terjadi dengan orang “gila” tersebut krn saya tidak berhadapan langsung. tapi saya yakin kalo dengan kejadian yang anda alami lalu anda menganggab tasawuf sesat dan salah berarti anda telah berada pada jalan sesat,
    dalam ilmu tasawuf ada ilmu yang hanya boleh di pelajari pada mereka yang telah mencapai tingkatanya, dan tentunya dengan bimbingan seorang mursyid. bila tidak dengan mursyid berarti syetanlah yang membimbingnya (ingat fenomena mengaku mendapat wahyu sebagai nabi?)
    mungkin terlalu dini dan bodoh bila saya menyimpulkan sebab si fulan menjadi gila, tapi yang biasa terjadi adalah si murid mempelajari sesuatu yang belum menjadi haknya, bahkan makrifat bila di berikan pada yg belum siap orang itu bisa meninggal seketika, tapi itu hanya kasus yg pernah saya temui.masalah sebab kegilaan si funan yang anda maksud jelas saya tak menguasainya
    semoga dengan kejadian yang kita alami bisa membuat kita menjadi orang yang arif dalam bersikap, minimal bersyukur atas nikmat bukan menghakimi, karena kesalahan oknum jelas tidak bisa menafikan sebuah hukum

    • tapi yang biasa terjadi adalah si murid mempelajari sesuatu yang belum menjadi haknya, bahkan makrifat bila di berikan pada yg belum siap orang itu bisa meninggal seketika,

      Tunjukkan pada saya dalil jika seseorang mempelajari ilmu makrifat bisa mati jika belum siap, apa ada rasulullah membeda-bedakan ilmu yang diturunkan pada umatnya hingga memberikan peringatan bahwa “amalan ini ” hanya untuk tingkat wali/nabi dan jika ada yang kekeh mempelajarinya maka akan mati????

      Inilah bentuk guluw dan kesesatan sufi……………..

      • Jangan terburu-buru menuduh sesat. saya bukan sufi tapi juga tidak beranggapan sufi itu sesat, bagaimana saya mau bilang sesat orang saya belum tahu dalamnya ajaran sufi itu bagaimana..?? semisal kita hidup di jaman awal diangkatnya ke-rosulan Muhammad SAW, apa kita langsung mau menuduh ajaran rosul itu sesat sedang kita belum tahu ajarannya..?? masalah “amalan yang bertahap” mungkin saja terjadi di jaman rosul sebabnya kan Al-Quran di turunkan bertahap, jadi rosulpun mengajarkannya bertahap sesuai turunnya wahyu. Jadi maaf sekali lagi saya minta maaf, saya memohon untuk tidak saling menuduh sesat. wassalam

  5. misi tasawuf adalah memperbaiki akhlak. Dan akhlak jelas sekali bagian dari Islam. Karena Nabi Muhammad Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak. smoga alloh pertemukan kita pada orang yang diberiNYA ilmu agar kita juga bisa belajar darinya bagaimana islam yg sebenarnya, amin

  6. @ DWI PRAYOGA

    COCOK.., SETUJU…, INJIH…,
    UNTUK MEMPELAJARI ISLAM ADA 3 YG HRS DIPELAJARI :

    1. TAUHID
    2. FIQIH
    3. TASAWWUF

    TASAWWUF ADALAH ILMU AKHLAKNYA IBADAH, UDAH DIBAHAS SAMA SUDARA KITA YG LAIN KOK, JGN NUDUH SESAT DULU.., ILMU THARIQAT TU BYK, TAPI YG BENER YG MANA..??? COBA DATANG LANGSUNG KE AHLINYA, MISAL ABAH ANOM SURYALAYA.., COBA TANYA..

  7. @ PA
    tapi yang biasa terjadi adalah si murid mempelajari sesuatu yang belum menjadi haknya, bahkan makrifat bila di berikan pada yg belum siap orang itu bisa meninggal seketika,

    Tunjukkan pada saya dalil jika seseorang mempelajari ilmu makrifat bisa mati jika belum siap, apa ada rasulullah membeda-bedakan ilmu yang diturunkan pada umatnya hingga memberikan peringatan bahwa “amalan ini ” hanya untuk tingkat wali/nabi dan jika ada yang kekeh mempelajarinya maka akan mati????

    Inilah bentuk guluw dan kesesatan sufi……………..

    BUKAN MATI DALAM ARTI SEBENARNYA, TP DLM ARTI MAKNAWI…FANA BUNG…

    MAKANYA JGN DISMA RATAKAN SEMUA TASAWWUF SESAT.
    COBA DATANGI AHLINYA..BUAT PERBANDINGA, KALAU TUJUAN NADA BAIK MENCARI KEBENARAN, ANDA AKAN TAU JAWABANNYA, NIKMAT SEKALI DEKAT DGN ALLAH..

    TAPI KALAU EGO ANDA YG KAN DAHULUKAN YA KESIMPULANNYA MENURUT ANDA ITU…

  8. PAHAM WAHABI Jun 19, ’08 2:13 AM
    oleh Nugroho untuk semuanya

    Sumber: http://www.pahamwahabi.blogspot.com/

    Sejarah singkat

    Didirikan Muhammad bin Abdul Wahab dari keluarga klan Tamim yang menganut mazhab Hanbali. Ia lahir di desa Huraimilah, Najd, yang kini bagian dari Saudi Arabia, tahun 1111 H [1700 M] masehi, dan meninggal di Dar’iyyah pada tahun 1206 H [1792 M.]

    Ia sangat terpengaruh oleh tulisan-tulisan seorang ulama besar bermazhab Hanbali bernama Ibnu Taimiyah yang hidup di abad ke 4 M.

    Mengajar di Bashrah selama 4 tahun. Ketika pulang ke kampung halamannya ia menulis buku yang kemudian menjadi rujukan kaum pengikutnya, “Kitabut’Tauhid”.

    Para pengikutnya menamakan diri mereka dengan sebutan kaum Al-Muwahhidun (para pengesa Tuhan). Seakan hanya kelompok itulah yang pengesa Allah secara murni tanpa terpolusi dengan kesyirikan. Sedang kelompok-kelompok lain yang tak sepaham mereka anggap sebagai kelompok pelaku syirik, bid’ah dan khurafat yang sesat

    Uyaynah – pengkafiran umat Muslim

    Setelah Muhammad bin Abdul Wahab pindah ke Uyaynah – Dalam khotbah khotbah Jumat di Uyaynah tsb, ia mulai melakukan :

    * terang-terangan mengkafirkan semua kaum Muslimin yang dianggapnya :melakukan bid’ah [inovasi], dan mengajak kaum Muslimin agar kembali menjalankan agama seperti di zaman Nabi.

    * meletakkan teologi ultrapuritannya. Ia mengutuk berbagai tradisi dan akidah kaum Muslimin

    * menolak berbagai tafsir Al-Qur’ân yang dianggapnya mengandung bid’ah atau inovasi.

    Penyerangan

    Mula-mula ia menyerang mazhab Syiah (di luar Ahlusunah), lalu kaum Sufi, kemudian ia mulai melanjutkan penyerangan terhadap kaum Ahlusunah secara keseluruhan dengan cara yang brutal.
    Dengan mengecap mereka dengan berbagai julukan buruk seperti Quburiyuun (pemuja kubur) dikarenakan kaum ahlusunnah sepakat bahwa kuburan para nabi, rasul dan para kekasih Ilahi (Waliyullah) harus dihormati sesuai ajaran pendahulu (Salaf) yang sesuai dengan ajaran Rasul, para Sahabat setia beliau, juga para Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in.

    Diusir

    Tatkala masyarakat mulai merasa seperti duduk di atas bara, Muhammad bin Abdul Wahab diusir oleh penguasa [amir] setempat pada tahun 1774.
    Ia lalu pindah ke Al-Dar’iyyah, sebuah oase ibu kota keamiran Muhammad bin Sa’ud, masih di Najd.

    Al-Dar’iyyah

    Disini – Muhammad bin Abdul Wahab mendapat angin segar dalam menyebarkan ajaran sesatnya. Ia dihidupi, diayomi dan dilindungi langsung oleh sang Amir Dar’iyah, Muhammad bin Saud.

    Ibnu Saud

    Akhirnya Amir Muhammad bin Saud dan Muhammad bin `Abdul Wahab saling membaiat dan saling memberi dukungan untuk mendirikan negara teokratik. Mazhab Muhammad bin Abdul Wahab pun dinyatakan sebagai mazhab resmi wilayah kekuasaan Ibnu Saud. Dan Muhammad bin `Abdul Wahab akhirnya diangkat menjadi qadhi (hakim agama) wilayah kekuasaan Ibnu Saud. Hubungan keduanya semakin dekat setelah Ibnu Saud berhasil mengawini salah seorang putri Muhammad bin `Abdul Wahab.

    Penaklukan dan pembantaian

    Dilakukan, terutama terhadap kabilah-kabilah dan kelompok Ahlusunah yang menolak mazhab mereka (Wahaby), hingga terbentuklah sebuah emirat yg lalu diubah menjadi monarki dengan nama keluarga, Saudi Arabia, (mulai sejak tahun 1932 hingga kini).

    Pada bulan April tahun 1801, mereka membantai kaum Syi’ah di kota Karbala’ (salah satu kota suci kaum Syiah di Irak).

    Kesaksian

    Seorang penulis Wahabi menuliskan: “Pengikut Ibnu Saud mengepung dan kemudian menyerbu kota itu. Mereka membunuh hampir semua orang yang ada di pasar dan di rumah-rumah.

    Harta rampasan [ghanimah] tak terhitung Mereka hanya datang pagi dan pergi tengah hari, mengambil semua milik mereka.

    Hampir dua ribu orang dibunuh di kota Karbala”. Muhammad Finati, seorang muallaf Italia yang ikut dalam pasukan Khalifah daulah Usmaniyyah yang mengalahkan kaum
    Wahabi menulis : “Sebagian dari kami yang jatuh hidup-hidup ke tangan musuh yang kejam dan fanatik itu, dipotong-potong kaki dan tangan mereka secara semena-mena dan dibiarkan dalam keadaan demikian.

    Sebagian dari mereka, aku saksikan sendiri dengan mata kepala tatkala kami sedang mundur. Mereka yang teraniaya ini hanya memohon agar kami berbelas kasih untuk segera mengakhiri hidup mereka.

    Pembenaran untuk membunuh

    Kabilah-kabilah yang tidak mau mengikuti mazhab mereka dianggap kafir, `yang halal darahnya’. Dengan demikian mereka (Wahaby) tidak dinamakan perampok dan kriminal lagi, tapi kaum `mujahid’ yang secara teologis dibenarkan membunuh kaum `kafir’ termasuk wanita dan anakanak, merampok harta dan memperkosa istri dan putri putri mereka yang dianggap sah sebagai ghanimah (rampasan perang).

    Kekejaman berlanjut

    Hanya sedikit yang dapat melarikan diri. Setelah lebih dari 100 tahun kemudian, kekejaman itu masih juga dilakukan. Tatkala memasuki kota Tha’if tahun 1924, mereka
    menjarahnya selama tiga hari. Para qadhi dan ulama diseret dari rumahrumah mereka, kemudian dibantai dan ratusan yang lain dibunuh

    Tangan-tangan Inggris

    Kerajaan Inggris membantu Wahabisme dengan uang, senjata dan keterampilan, sehingga kekuasaan Ibnu Saud menyebar ke seluruh jazirah Arab yang pada masa itu berada dalam kekhalifahan Usmaniyah dengan tujuan melemahkan khilafah itu. Jadi yang menggembosi kekuasaan daulah dan kekhalifahan Usmani adalah kelompok yang
    terkenal dengan sebutan Wahaby yang sekarang ini mengaku sebagai kelompok Salafy. Orang bisa membacanya dalam buku Hempher,

    `Confession of a British Spy’.

    Hampher adalah seorang orientalis yang menjalin persahabatan dengan Ibnu Abdul Wahab. Tahun 1800 seluruh Jazirah Arab telah dikuasai dan keamiran berubah menjadi kerajaan Saudi Arabia.

    Tuduhan pada Kelompok lain berlanjut

    Wahaby menganggap mazhab lain sebagai sesat dan menyesatkan dengan berpatokan pada hadis:
    “Kullu bid’ah dhalaalah wa kullu dhalaalah fî n-naar”.

    (semua inovasi itu sesat dan semua yang sesat itu masuk neraka).
    Kata “bid’ah” yang mereka tuduhkan hanyalah kata pelembut, untuk `kafir’,

    Contoh2 yg diklasifikasikan sbg Bid’ah menurut paham Wahabi :

    -berziarah ke kubur termasuk kubur Nabi,
    -tawassul,
    -baca qunut,
    -talqin,
    -tahlil,
    -istighatsah,
    -berzikir berjamaah,
    -membaca maulid diba’ ataupun burdah yang berupa puji-pujian pada Nabi yang biasa dilakukan kaum Muslimin

    Menurut mereka (kaum Wahabi) pelaku-pelaku spt diatas, akan masuk neraka, alias kafir. Dari sinilah akhirnya kaum Wahaby yang mengaku sebagai pengikut Salafy ini layak diberi gelar

    “Kelompok Takfir” (jama’ah takfiriyah),

    kelompok yang suka mengkafirkan golongan lain yang tidak sepakat dengan ajarannya.

    Oleh karena itu, tempat-tempat bersejarah Islam seperti rumah tempat lahir Nabi, rumah Ummul Mu’minin Khadijah tempat tinggal Nabi dan banyak tempat-tempat bersejarah lain yang masuk wilayah kerajaan Arab Saudi kini telah dihancurkan. Kalau tidak mendapat protes dari segenap kaum Muslimin sedunia niscaya kuburan Nabi pun sudah diratakan dengan tanah, sebagaimana yang terjadi di makam para sahabat dan syuhada’ Uhud di Baqi’ Madinah) dan para keluarga Rasul di Ma’la (Makkah).

    Wahabi di luar negeri.

    Belakangan ini kita sering mendengar berita tentang eskalasi kekerasan di Saudi Arabia, termasuk penghancuran pipa minyak yang dilakukan oleh kaum fundamentalis Wahhabi, yang disebut-sebut sebagai tempat kelahiran Al-Qaeda. Bin Laden sang ketua al-Qaedah adalah seorang Wahabi tulen kelahiran Arab Saudi. Ia dibesarkan dan dijadikan
    anak angkat oleh CIA – USA. Konon anak angkat itu kini telah menjadi anak durhaka terhadap ibu angkatnya, USA.

    Bidan yang melahirkan wahabisme adalah kekuatan Imperialis Inggris, dan kini menjadi `kartu as’ pemerintahan biadab USA untuk menciptakan perpecahan dalam tubuh umat Islam. Nampaknya, skenario keji ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirkan bagi USA dan kekuatan anti Islam lainnya ketika isu-isu tentang ancaman perang saudara di Irak menjadi headline seluruh media Barat yang diikuti secara `latah’ oleh mediamedia Indonesia.
    Jadi antara Inggris (pembonceng Zionis di Tim-Teng), keluarga Saud, Wahabisme dan USA (sekutu Inggris dan Israel) adalah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karenanya tidak terlalu mengherankan jika Wahaby selalu menghamba terhadap kerajaan Saudi.

    Dan sementara keluarga Saudi selalu bertekuk lutut di hadapan USA saudara kembar Inggris (penyokong kekuasaan keluarga Saud) dalam banyak masalah,termasuk memberi dukungan secara sembunyi-sembunyi terhadap Zionisme Internasional dan turut membenci negara-negara yang anti Israel. Hal itu karena Israel mendapat dukungan penuh dari USA dan Inggris. Wallahu A’lam!
    Sebelumnya: Tuhan Sudah Mati
    Selanjutnya : Atasi Narkoba dengan Tertawa

  9. A’uudzubillaahi Samii’il A’liimi Minasyaithaani Rajiimi.
    Bismillaahi Rahmaani Rahiimi

    salahkan Tasawuf, salahkan Sufi, salahkan Hikmah….
    umpama….
    salahkan para Ambiak, salahkan para Ulamak, salahkan para Wali….
    umpama…..
    salahkan para Malaikat…
    umpama…..
    salahkan para Nabi….
    umpama….
    salahkan Islam…
    umpama….
    salahkan Penciptanya………Allaah.

    Nau’uudzubillaahi min zaaliq..

    ……..sekadar kerana kesilapan manusia itu sendiri. Termasuk aku, engkau dan semuanya yg lupa diri dan angkuh dengan nikmat dan kesenangan dlm kehidupan sekarang.

    Seperti yg pernah terlintas dgn kekata ini..
    “…aku berperang demi agamaku dizaman ku. Engkau berperang demi agamamu dizaman mu…” Wallaahu a’laam bisawaab.

    Hari ini, apa yg diperangi adalah kebodohan kita sendiri. Kita lupa hukum Allaah atas keterlanjuran kita sendiri. Contoh yg diberi dijadikan tomahan. Kita rangkuli keseluruhannya dengan hukuman yg kita fikirkan hanya kita yg benar, padahal kita sendiri kurang atau tidak jejaki usul pembawaan ilmunya yang penyebab terjadinya musibah sedemikian. Umpama sebab “nila setitik, rosak susu sebelanga”.
    Subhaanallaahi

    Mengapa salahkan Tasawuf, Sufi dan Hikmah sedangkan serbamula lagi terdapat pada Rasullullaah.
    Sebaiknya kuatkan iman dalam Tauhid, Fiqh dan Tasawuf.
    Tambahkan kenyakinan dalam Syariat, Tarikat, Akikat dan Makrifat.
    Manusia jadi bodoh kerana kebodohan sendiri. (macam AKU). Bukan kerana penciptanya.
    Manusia jadi pandai kerana memandai-mandai sendiri (juga macam AKU). Dan juga bukan kerana penciptanya.

    Aku mengaku aku juga manusia yg tak pernah lepas dari kesilapan.
    Makanya, maafkan aku kalau celupar sebagai tetamu ditempat orang.

    Wasalaam

    • @ AYAH JO..

      Tsawwuf tu pelajaran tingkat tinggi.., jadi susah kalau hanya dikaji secara yg tertulis saja, nalar gak akan bekerja, krn semuanya ilmu :

      1. syariat
      2. thariqat
      3. hakikat
      5. makrifat

      adalah sejalan, bila thariqat tanpa syariat akan gugur, alias tdk sah, pedomannya ya di syariat semua, yg selalu jd perdebatan adalah di syariat.

    • hahahahahahahaaa

  10. Tasawwuf adalah akhlaknya ibadah, sesuai syariat, gak ada yg salah kok, semua sesuai dgn syariat.., cuma masalahnya ada yg belum mengerti tentang masalah itu, itu saja, padahal pedomannya semua di syariat….

  11. A’uudzubillaahi Samii’il A’liimi Minasyaithaani Rajiimi.
    Bismillaahi Rahmaani Rahiimi

    mmg benar sdrDAUS.

    aku bisa bilang mengapa jadi gila…..
    1) tidak mendalami yg asas, atau tak tau lansung (tauhid, fiqh dan tasawuf/sejarah)
    2) tidak kenal Alif Ba Ta. Maka tidak tahu mengaji Muqadam apalagi AlQuran.
    3) tidak solat atau belang-belang solatnya(kadang-kadang).

    yg lebeh gila lagi apabila…yg sudah pelajari tetapi…..
    Guru ajar lain tapi lain yg dibuatnya. Dengan lain kata,
    1) Memandai-mandai dlm ilmu
    2) Mencuba-cuba dgn ilmu
    3) Menguji-uji pd ilmu

    semakin gila dibuatnya ‘Shiok tahu’ dan RIAK.

    makanya, Bukan salah Tasawuf, Sufi atau ilmu Hikmahnya tetapi sendiri yg cari nahas.

    Wallaahua’laam

  12. Astagafirullah….
    Merinding baca rangkaian kata2 fitnah ttg Wahaby,Allahu Akbar,…smoga ALLAH selalu memberikan hidayah dn jalan yg lurus,bukan akal2 akalan dn penafsiran hati semau gue,apalagi syariat yg berlebihan tanpa ada landasan ato contoh dr Rasulullah.

  13. A’uudzubillaahi Samii’il A’liimi Minasyaithaani Rajiimi
    Bismillaahi Rahmaani Rahiimi

    sebaiknya, dlm mana-mana bicara, ada baiknya kita cadangkan dan memberi sinar harapan dlm permasaalahan yg diketengahkan. Jauhkanlah celaan yg mendatangkan tuduhan atau fitnahan.

    Hormati mereka sesama Islam. Semoga ini dapat mendamaikan jiwa dan hati setiap pembaca dlm blog ini.

    Ramadan akan kita dekati. Insha’allaah, semoga kita dapat beramal dgn sebaiknya.

    Wasalaam.

  14. hahahaahaha

  15. Ass.wrwb…..
    Mas Dwi, saya setuju itu…..
    bener memang segala sesuatu itu menggunakan aturan & takaran….
    umpamanya saja: anak SD di jejali pelajaran Mahasiswa maka bisa jebol memorinya……..
    kalau mau belajar sufi atau tasawuf pake kaidah2 donk……
    1. belajar dari dasar
    2. Harus ada pembimbing (mursyid)
    3. Tidak lepas dari Qurán & Hadits

    buat bang perdana…….
    dalam belajar hikmah itu ada :
    1.Syariat (lahir & bathin)
    2.Tariqat (lahir & bathin)
    3.Haqikat (lahir & bathin)
    4.Ma’rifat (lahir & bathin)
    kenapa saya tulis (lahir & bathin) karena kita terdiri dari 2 itu……
    itu urutan2nya ….. jangan motong jalan……
    jika kita menjastifikasi sesuatu hanya dari pemahaman kita sendiri saja, tapi berusahalah belajar dari ilmunya ALLAH yang seluas alam yang tak terbayangkan oleh anda…..
    kenapa nama Lukman diabadikan menjadi salah satu surah dalam Qurán? padahal beliau bukan nabi atau rasul…? itu tak lain itu karena beliau adalah ahli hikmah, beliau belajar dari Rasulullah, terus mengapa kita meragukan pelajaran ilmu hikmah…?
    mari kita berdakwah sesuai porsinya… jgn saling menyalahkan…. saya mengutip sebuah ungkapan dari Sunan Kalijaga :
    “SEMAKIN TINGGI TINGKATAN ILMU PENGETAHUAN/PEMAHAMAN SESEORANG MAKA IA TIDAK AKAN MENYALAHKAN ORANG LAIN, KARENA BISA JADI YG KITA SALAHKAN ITU BELUM KITA FAHAMI DAN KITA BELUM SAMPAI PADA TINGKATAN ITU”
    semoga bisa menjadi wacana kita…..
    wslm…..

    • “SEMAKIN TINGGI TINGKATAN ILMU PENGETAHUAN/PEMAHAMAN SESEORANG MAKA IA TIDAK AKAN MENYALAHKAN ORANG LAIN, KARENA BISA JADI YG KITA SALAHKAN ITU BELUM KITA FAHAMI DAN KITA BELUM SAMPAI PADA TINGKATAN ITU”

      ini baru betul..jangan baru bertanya ama orang gila aja sudah langsung ambil kesimpulan (apa gak sama gilanya tuh ?!!), kenapa gak nanyanya kepada orang yang sudah berhasil menempuh ilmu tersebut ? supaya bisa lebih dalam, benar, objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. yang jelas gak jADI IKUTAN GILA…..

  16. justru orang gila akan sembuh dengan belajar tawawuf dengan orang yang benar. bukan yang ngaku-ngkau tasawuf.

    Menurut saya yang gila itu sebenarnya wahabi…. masak ulama salaf dan ahli hadist dianggap kafir dan musyrik…..

    Buktinya tawasul dengan orang yang wafat itu katanya musyrik…padahal para imam dan ulama islam serta ahli hadist yang meriwayatkannya tidak ada tuh yang berkata seperti itu…mereka setuju-setuju aja…

    jadi udah jelaskan yang gila siapa?

  17. sibodoh yang belajar dari buku,,dan bukan belajar kepada ahlinya.

  18. Setiap amalan yang di ambil dari buku tanpa ijayahan dari ulama,,sanadnya nyambung kemana.
    Bukan buku atau ajaran sufinya yang berbahaya..tapi manusianya yang tolol tidak bertanya kepada yang lebih ngerti atau ahlinya.

  19. Assalamuallaikum
    Subhannallah

    mungkinkah semua yang belajar ilmu hikmah n tasawuf sufi , akan seperti si fulan di atas … ?
    Mungkinkah aku yang ingin bljr ilmu hikmah , yang baru aku niatkan … Aku hentikan atau , jalan terus tk mempelajari . Mohon bimbingannya.

    Wasalam

  20. saya jadi tertarik pingin belajar tasawuf……apa dan bagaimana..kok banyak disesatkan orang…ma’af …adminnya pemarahan..oh iya…saya berusaha mengistikomahkan istighfar….lahir dan batin sesuai keadaan.(kadang2 saya dhohirkan,kadang2 saya ucapkan dlm hati saja.(jika ada yg membid’ahkan…bodoh amat…emang gue pikirin)).saya cuma berusaha..supaya ingatan saya tidak diganti allah dengan setan.ada yg nyarankan supaya cari pembimbing.karena banyak firasat2/mimpi/ kata2 yg sering kebukti.ada jg yg bilang itu dari setan…tp dlm hati aku bertanya .. yg melihat itu mataku.yg mengucap itu lisan dan hatiku…dan yg ku tau semua yg ada pada diri ini,bahkan dunia ini dari Allah dan dalam kekuasaannya.atau sesatkah aku..?bingung jadinya.orang yg menentang tasawuf bilang saya sesat…karena mengira saya bertasawuf.yg tasawuf menyuruh saya cari pembimbing biar ndak sesat,tapi saya takut sesat karena banyak yg bilang tasawuf sesat.
    menurut admin apa yg hrs saya lakukan.haruskah saya ikut salafi seperti adik saya..?tapi saya takut dosa karena salafi wahabi sering menghujat selain aliran mereka seperti adik saya sendiri.tau ah gelap…..Mohon solusi yg membuat adem…bukan malah membakar

    • @ joko sutikno, anda tidak akan menemukan jawaban jika bertanya pada media ini… bahkan semakin bingung dengan banyak saran serta debat yang tidak ada ujung pangkalnya… cobalah tanya kepada hati anda. hati seorang muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sang maha pencipta. Di dunia ini tidak ada yang benar dan salah…. hanya kebenaran yang belum ditemukan. Kebenaran yang haq adalah pada Allah SWT. Bertanyalah kepada-NYA….

      Saling menyalahkan dan ingin dianggap paling benar adalah sifat manusia… padahal Tujuan manusia diciptakan adalah untuk menyembah kepada Allah SWT, bukan untuk dianggap paling benar dengan menyalahkan yang lainnya….

      Buat pak Admin…
      Anda belum tahu kebenaran tetapi sudah menyalahkan aliran yang tidak sefaham… sadarlah bahwa apa yang anda sampaikan terlalu kasar untuk seseorang insan yang didasari iman islam…. apakah anda tidak mengetahui bahwa jutaan bahkan lebih insan-insan soleh, kyai, ulama yang lebh dekat dengan Allah SWT di banding anda ?
      yang sholat lebih khusu’ jauh melebihi anda ?
      yang bersodaqoh jauh…melebihi anda?
      yang ber tahajud setiap malam jauh lebih banyak melebihi anda?

      Tentu dengan semakin mengenal Dzat Allah, akan menambah kekhusu’an kita dalam beribadah…. kita tidak akan berharap memperoleh surga hanya karena kita merasa bahwa ibadah kita paling benar… Surga – Neraka bukan urusan kita… surga – neraka urusan Allah SWT… Lebih baik kita berusaha mensucikan hati kita yang masih sangat kotor dan tetap – selalu bersandar HANYA pada Allah SWT,

      Wallaahua’laam

  21. Semua ilmu harus dikembalikan pada Qur’an
    Hidup, Mati dan Hidup kembali
    Melihat Allah SWT jgn disamakan melihat dgn MahlukNya
    Belajar Tassauf harus belajar Meniadakan.
    Hidup kita belajar dari dasar dan harus dikembalikan dasar dasar ajaran agama kita. itu indahnya tassauf, melihat sesuatu akan tampak jelas adaNya. Amin
    Subhanallah..Maha Suci Allah.

  22. as.wr,wb.sebetulnya ilmu hikmah dan tasawuf ya lurus2 aja kalau berpedoman pada Qur’an dan sunah.yang ga lurus mah orangnya.he..he…tapi ini hanya sekedar masukan ada bisikan raja jin yang gentayangan di alam ini kpda saya.jangan pernah mempercayai ilmu ghoib yang bertentangan dengan Qur’an dan sunah karena bisa jadi ilmu itu datangnya dari syetan.waslm.

  23. ouw..tasawuf,ma’rifat….yaa…ckckckck…ati2 yang belum sampai ilmu nya….,temukan dahulu ilmu nya…lalu bicara..maaaff…beribu maaf…

  24. tasawuf dan yg bukan tasawuf,sunni maupun salafi,wahabi atau NU,Muhammadiyah atau MTA semuanya muslim.
    Sesama muslim adalah saudara,meskipun pahamnya berbeda.Yg jelas kita mau beramal kuncinya ikhlas dan ada landasan dalilnya.Ingat QS.Al Isro’ ayat 36,bhw segala kata dan perbuatan berikut keyakinan dalam hati,semua akan kita pertanggungjawabkan.
    Setelah kita merenung,istikharah,berijtihad,lalu kita mendapatkan ketenangan karena Nash yg Sohih,maka istiqomahlah.Fatwa orang lain kita hormati.Kalau ada yg menyalahkan kita,anggap itu kritik membangun untuk kita lebih giat lagi mengkaji agama.Yakinlah suatu saat Jalan yg benar akan kita temukan asal kita sungguh2 mencarinya…
    jANJI ALLAH SWT : …MAN JAHADU FINA,LANAHDIYANAHUM SUBULANA…..
    Saya yakin sdr PA bertujuan mulia untuk berdakwah dan Wattawashaubil haqq…… jg utk menjalankan perintah Nabi SAW,…
    BALIGHU ‘ANNIY walaw Ayyah…….
    jg mengamalkan sabda Nabi : MAN ROA MINKUM MUNKARON FALYUGHOYYIR……..
    Kita doakan saja semoga sdr PA sel;alu di jalan ALLOH SWT,juga semua yg terlibat dlm diskusi ini……
    Lanjutkan DISKUSI dgn ikhlas untuk mencari kebenaran haqiqi……………..
    jika beda pendapat maka : WAJADILHUM BLILATIY HIYA AHSAN………..
    Mohon maaf atas segala kesalanku…
    Wassalamu Alaikum w.w……..

  25. SAYA SEORANG PNS,GURU,TUKANGSULAP,PRAKTISI HYPNOSIS,JUGA JURU DAKWAH KECAMATAN.PERNAH NGAJI DI NU DAN THORIQOH SEJAK MTsN sampai MAN bahkan sampai IAIN SUNAN KALIJOGO DIY,saya masih pengamal Thoriqoh.Belajar banyak aliran Tenagadalam.Tapi setelah ngaji di Radio MTA dan Muhammadiyah juga di berbagai tempat,maka saya jadi tahu kalau beragama itu tidak boleh sekedar taqlid,dan amalan-amalan saya yg dulu-dulu tidak dilakukan Nabi SAW,maka saya tinggalkan…..
    Insya Alloh janji yg diberikan ALLOH SWT pd kita akan terbukti,yaitu :
    WA MAN JAHADUU FIINAA,LANAHDIYANAHUM SUBUULANAA………….
    BUT Tentang sulap dan Hipnotis saya yakin itu adalah ilmu keduniawian,bukan Bid’ah,bukan Sihir.Murni teknologi pikiran.
    Hukumnya Mubah. Dosa atau tidak bergantung penggunaannya utk apa,hindari metode AGE REGRESION dlm hipnosis agar tdk terjebak masalah REinkarnasi yg sesat.
    Selama Hipnosis dipahami dgn benar justru akan menjadi ILMU yg BERMANFAAT..
    Saya bahkan juga mengadakan DIKLAT HIPNOSIS terpadu (artinya tetap ada pemahaman aqidah agar tdk menyimpang)….
    Kalo saya salah semoga ALLOH SWT mengampuni dan membimbing saya menuju SHIROTOL MUSTAQIM dan RidloNYA….. AMIN.
    Bagi anda yg beda faham dg saya,asal anda Muslim,maka antum tetap saudaraku…
    ………………………………………………..
    IQRO’ BISMI ROBBIKAL LADZI KHOLAQ………. ‘ALAMAL INSANA MAALAM YA’LAM…..

  26. sebelum kita mengkafirkan,mensesatkan suatu ajaran. lebih bijaknya kita mendalami/mempelajari ajaran tersebut sehingga kita bisa menilai benar salahnya tentunya berdasar syariat agama. jgn langsung memvonis individu/kelompok & jgn pernah menganggap diri kitalah paling benar. syariat-tarekat-maqrifat-hakikat ini adalah tingkatan dalam agama islam. jika org yg berbicara itu tingkatannya di atas syariat pasti org tsb dianggap menyimpang dari syariat. karna apa???: karna syariat itu adalah dasar/kulitnya. mangkanya percuma klo kita berdebat sm org yg hanya berpegang hanya dgn syariat saja. karena tarekat-maqrifat-hakikat itu merupakan metode/jalan jiwa untuk lebih dekat sm Allah….

  27. Kita belajar agama atau ilmu supaya jadi manusia baik2,soleh.bukan cari kesaktian

  28. assalamu’alaikum

    saya sdh menjalani tasawuf bertahun-tahun manfaat besar saya rasakan dalam mendekatkan diri kepada Allah.

    seluruh jama’ah maupun guru kami sejarahnya satupun tidak ada yang gila.

    istighfarlah wahai saudaraku perdana akhmad, dosa memfitnah jauh lebih besar dari pahala ibadah yang kamu lakukan.

    Imam sayafi’i seorang salaf sholeh dalam diwannya mengatakan bahwa : belajarlah engkau akan fiqh dan tasawuf, karena dengan tasawuf kamu akan merasakan kelezatan agama ini.

    gila belajar biasa? bahkan ada orang yang gila karena sekolah SMU atau SMP, bukan karena sekolahnya tetapi lemahnya aqal mereka sebagai takdir dari Allah. tetapi saya tidak yakim dia gila karena belajar tawawuf muktabara, kecuali belajar dari seseorang paranormal yang mengaku punya ilmu tasawuf.

    hakikat tasawuf ada pada ikhsan. ihksan tertinggi beribadah seolah-olah melihat Allah adalah bukan sesuatu yang aneh bagi pengamal tasawuf karena inilah puncak tawaswug yang terdapat pada hadits jibril as. yaitu ma’rifatullah

    semoga anda sadar atas izin Allah yang menjauhi fitnah karena fitnah lah yang bakal memasukkan anda ke dalam neraka, bukan karena amal shaleh anda yang kurang.

    maaf ini adalah bahasa dakwah dalam menjalan surah al’ashr

    wassamu’laikum
    buya ridho

  29. buat perbandingan di kampung saya ada bapak bapak tadinya sih normal-normal saja entah kenapa selang beberapa tahun suka teriak-teriak atau berlaga seperti orang sedang menyiapkan pasukan, atau memberi hormat pada pohon jambu air.

  30. diskusi menarik…satu hal dari saya…diskusi atau perdebatan menyoal tasawuf antara orang syariat dan orang ma’rifat tidak pernah ketemu…karena latar ilmu dan pengalaman spiritualnya berbeda…

  31. saya hanya berdoa semoga amal ibadah kita diterima,….kasian pa orang ko diposting hanya karena ingin menjelekan sufi….

    kasian keluarganya klo liat, anda ko mlah senang sekali mempertontonkan kekurangan orang lain..
    supaya orang menilainya, memperoloknya….

    mudah2n anda ga seperti yang dijelaskan dalam surat albaqarah,
    mengaku beriman padahal ga beriman…

    saya ga menuduh mudah2n aja kita ga termasuk golongan orang seperti itu.

    nabi muhammad saw tidak pernah mempermalukan umatnya, kenapa anda seperti itu ? hanya karena nafsu ?

    saya yakin pernytaan saya dibantah dan anda tetep bener dalam segalanya… katanya anda pengikut sunah rosululloh tapi ko ga mencerminkan sikap dan sifat rosululloh…

    kayanya anda bisa meruqyah itu menjadi kebanggan ya pa ?

  32. belajar tasawuf itu belajar hati..mencari k.dlm bukan d.luar.
    Jika seseorng belajar tasawuf karna menginginkan kesaktian berarti sudah salah jalan.
    Karna aliran energinya berbeda..
    Belajar tasawuf insyallah aman kok karna pola energinya adalah energi dr alam bukan dr makluk.

  33. pak… saya nih lagi mempelajari hadits tentang jin dan firman allah dalam al-quran… mohon bimbingannya ya pak… agar saya tidak salah tafsir dalam pemikiran saya… saya ucapkan terimakasih

  34. ee kata orang gila di ambil pedoman, kalau ingin tahu tentang tasawuf datang ke ahli nya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.